Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Carut Marut Pengelolaan Sampah di Pasar Mutiara Gading Timur, Pedagang Resah Meski Rutin Bayar Iuran

Sabtu, 28 Maret 2026 | 3:42:00 PM WIB Last Updated 2026-03-28T07:47:06Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, KOTA BEKASI - Tumpukan sampah yang menggunung di sudut Pasar Tradisional Mutiara Gading Timur, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, dikeluhkan para pedagang setempat. Bau menyengat yang ditimbulkan dari sampah tersebut membuat pedagang merasa resah dan tidak nyaman saat beraktivitas, Sabtu (28/03/2026).

Para pedagang mengaku telah berulang kali melaporkan kondisi tersebut kepada pengelola pasar agar sampah segera diangkut. Namun hingga kini, penanganan dinilai belum maksimal. Padahal, menurut mereka, sebagian sampah telah menumpuk selama berbulan-bulan.

Salah seorang pedagang telur, Nini (56), mengeluhkan tumpukan sampah yang tidak kunjung diangkut, terutama di area pojok pasar. Ia menyebut sisa-sisa sampah di lokasi tersebut bahkan hampir setahun belum dibersihkan.


Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan kurangnya tanggung jawab dari petugas pengelola sampah pasar setempat.

“Kami ingin sampah itu diangkat sampai bersih, termasuk yang di pojok. Soalnya di sana sudah lama tertimbun dan tidak pernah diangkat,” ujar Nini.

Ia menjelaskan, sampah yang baru menumpuk pun terkadang tidak diangkut hingga satu bulan, sementara sampah lama di sudut pasar sudah terlalu lama dibiarkan hingga sulit diingat kapan terakhir kali dibersihkan.

“Kami sudah pernah menyampaikan keluhan kepada pengelola pasar. Katanya mobil sampah di Bantar Gebang sedang ada masalah karena kemarin kena musibah. Tapi menurut saya harus tetap ada tanggung jawab dan usaha, bagaimana caranya supaya sampah itu tetap diangkut,” katanya.

Nini menegaskan, pengelola seharusnya mencari solusi alternatif apabila armada pengangkut sampah mengalami kendala, mengingat para pedagang tetap diminta membayar iuran kebersihan setiap hari.

“Tiap hari kami tetap bayar iuran. Satu lapak Rp4.000 per hari. Tapi sampahnya tidak diangkut-angkut. Itu yang membuat kami resah,” ungkapnya.

Selain mengganggu kenyamanan, penumpukan sampah juga dinilai membahayakan kesehatan, bukan hanya bagi para pedagang, tetapi juga warga sekitar serta anak-anak yang bersekolah di sekitar lokasi pasar. Hal ini mengingat pasar berada di lingkungan padat penduduk dan dekat dengan area sekolah.

“Baunya sudah sangat menyengat. Sampah yang lama menumpuk itu sampai menimbulkan belatung, bahkan belatungnya sudah sampai ke lapak saya. Kami setiap hari mencari nafkah di sini, jadi terpaksa menghirup udara yang tidak sehat,” tuturnya.

Kondisi tersebut juga berdampak langsung terhadap jumlah pembeli. Banyak pengunjung memilih menghindari area tersebut karena bau tidak sedap.

“Pembeli jadi tidak mau lewat sini karena baunya. Mereka lebih memilih lewat jalur lain yang paling depan. Bahkan ada yang sampai muntah karena tidak tahan dengan bau. Ini sangat mempengaruhi usaha kami,” jelasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh salah seorang pengunjung pasar bernama Teteh (35). Ia mengaku merasa tidak nyaman berbelanja karena bau menyengat dan banyaknya belatung yang muncul di sekitar lokasi sampah.

“Saya kalau beli ikan ataupun sayur di sini langkah saya percepat karena baunya menyengat. Belatung juga banyak sampai ke jalan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pantauan mediaindonesia.asia di lokasi, bau menyengat dan keberadaan belatung tidak hanya terlihat di sekitar tumpukan sampah dan lapak pedagang, tetapi juga menyebar hingga ke badan jalan yang sekaligus menjadi area parkir kendaraan pengunjung pasar.

Kini para pedagang dan pengunjung Pasar Mutiara Gading Timur, Mustika Jaya, Kota Bekasi, berharap pihak pengelola pasar dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan melakukan pengangkutan sampah secara rutin. Mereka juga meminta perhatian dari dinas terkait untuk segera memberikan solusi atas persoalan tersebut.

“Harapan saya sampah itu diangkat minimal seminggu sekali secara rutin. Walaupun di Bantar Gebang sedang ada masalah, tetap harus ada upaya dari petugas supaya pasar bersih dan masyarakat bisa belanja dengan nyaman,” tutup Nini.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak pengelola Pasar Mutiara Gading Timur masih belum memberikan respons terkait keluhan pedagang dan pengunjung mengenai penanganan sampah di area pasar. 

Liputan : Ode

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------


Untuk Streaming MEDIA INDONESIA ASIA klik gambar
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" MEDIA INDONESIA ASIA "