Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Kapal Tangki Minyak Terbakar di Sungai Mentaya Sampit, Asap Membubung

Minggu, 29 Maret 2026 | 6:40:00 PM WIB Last Updated 2026-03-29T10:40:00Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, KALTENG - Kapal tangki minyak yang sedang tambat di pinggir Sungai Mentaya di Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terbakar, Sabtu (28/3/2026) sore. Asap hitam terlihat membubung tinggi.

"Api masih aktif. Ini top up BBM dan mesin," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur Multazam di Sampit. Dikutip dari Antara.

Informasi dihimpun, kapal tersebut sedang sandar di area docking atau perbaikan milik sebuah perusahaan. Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.30 WIB.

"Saat ini masih fokus pemadaman. Untuk informasi korban, masih ditelusuri. Tadi infonya Basarnas akan merapat ke lokasi," demikian Multazam.


Lurah Tanah Mas Ridowan mengonfirmasi insiden yang terjadi di wilayahnya tersebut. Meski begitu, dia mengaku masih mengumpulkan data lapangan terkait kronologi maupun pemicu kebakaran yang melanda kapal besar itu.

"Sampai saat ini kami masih belum mengetahui kronologi terjadinya kebakaran tersebut, apakah karena kelalaian pekerja atau faktor lain. Yang jelas kebakaran melanda kapal tangki minyak milik perusahaan,” kata Ridowan saat dikonfirmasi via telepon.

Insiden tersebut terjadi menjelang petang. Puluhan personel pemadam kebakaran dibantu relawan segera menuju tempat kejadian untuk melokalisasi kobaran api.

Fokus petugas adalah mencegah si jago merah merambat ke unit kapal lain atau fasilitas docking yang berada di sekitarnya.

Ridowan menjelaskan lokasi tersebut merupakan pusat teknis untuk perawatan armada laut. Berbagai jenis kapal, mulai dari tongkang hingga tugboat, biasanya bersandar di sana untuk menjalani pemeliharaan rutin maupun perbaikan besar.

Proses perbaikan di area docking ini seringkali melibatkan aktivitas teknis yang memiliki risiko tinggi. Salah satu pekerjaan yang lazim dilakukan adalah pengelasan pada bagian lambung kapal yang mengalami kebocoran atau kerusakan struktur.

“Tempat itu merupakan lokasi perbaikan kapal. Biasanya kapal tongkang atau tugboat bersandar untuk dilakukan perbaikan, seperti pengelasan pada bagian kapal yang mengalami kebocoran atau kerusakan,” ujarnya.

Menanggapi isu mengenai adanya aktivitas bongkar muat bahan bakar minyak (BBM) di lokasi tersebut, Ridowan membantah hal tersebut. Ia memastikan lokasi tersebut murni tempat perbaikan dan bukan merupakan titik distribusi BBM.

"Perlu saya luruskan bahwa di sana tidak ada aktivitas bongkar muat BBM. Tempat itu hanya digunakan untuk perbaikan kapal, bukan untuk distribusi minyak,” demikian Ridowan.

Sejauh ini, otoritas terkait belum merilis keterangan resmi mengenai total kerugian materiil maupun adanya korban jiwa. Tim di lapangan masih fokus pada tahap pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersembunyi.

Laporan : Andi

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini


----------------------------------------------------------------------------------------------------


Untuk Streaming MEDIA INDONESIA ASIA klik gambar
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" MEDIA INDONESIA ASIA "