MEDIAINDONESIA.ASIA, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital ( Menkomdigi) Meutya Hafid protes lantaran postingan foto dirinya saat berada di Palestina menghilang. Hal ini disampaikan dalam Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Kantor Meta di Sequis Tower Building, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/3).
"Kemarin saya pasang foto saya ketika saya di Palestina, cepat sekali langsung dihilangkan, Pak," ujar Meutya seperti dalam video Sabtu (7/3).
"Itu distribusinya berarti," jawab pihak Meta.
Mendengar jawaban itu, Meutya memastikan hal itu terjadi bukan karena distribusinya. Sebab, ada beberapa konten atau postingan yang berupa hoaks, namun lama sekali hilangnya.
"Bukan distribusinya, kenapa? Bagi isu-isu tertentu, self-censorship dilakukan. Tapi bagi hal-hal yang memang mengganggu di Indonesia, baik itu hoaks terkait kesehatan, hoaks terkait pemerintahan, hoaks yang mengadu domba masyarakat terkait SARA, hoaks yang terkait hal-hal lainnya, itu kenapa lama? Tapi kalau urusan Palestina, langsung hilang tuh," tegasnya.
"Kenapa bisa seperti itu? Apa penjelasannya, apa keberpihakannya terhadap pengguna kita berapa di sini? Itu juga kita enggak pernah dapat, Pak," tambahnya.
Menkomdigi Tanya Algoritma Meta
Bahkan, Meutya mengaku tidak mengetahui jumlah para pengguna hingga tidak bisa membuka algoritmanya. "Saya selalu tanya kita berapa sih? Kenapa kami pun tidak bisa tahu pengguna? Kan secara teknologi semua terdata, Pak. Algoritma pun sampai sekarang enggak bisa dibuka," ungkapnya.
"Setiap negara akan melakukan caranya masing-masing, Pak. Kalau tidak diubah," pungkasnya.
Laporan : Mirna
Editor : Lisa
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini


