Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Gempa M 4,4 Guncang Ternate dan Sulut Hari Ini, Susulan Pasca-M 7,6

Senin, 06 April 2026 | 9:25:00 AM WIB Last Updated 2026-04-06T01:25:42Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, TERNATE - Masyarakat wilayah Ternate dan sekitarnya kembali dikejutkan oleh guncangan gempabumi tektonik pada Senin (6/4/2026) pagi. Warga di sebagian daerah di Sulawesi Utara juga merasakan getaran gempa.

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempa kali ini berkekuatan Magnitudo 4,4.

Peristiwa yang terjadi pukul 06.18 Wita tersebut berpusat di laut, tepatnya pada koordinat 0.97° LU dan 126.40° BT, atau sekitar 110 kilometer arah Barat Ternate, Maluku Utara, dengan kedalaman dangkal 35 kilometer.


​Kepala Stasiun Geofisika Manado, Tony Agus Wijaya menjelaskan bahwa guncangan ini merupakan imbas dari aktivitas deformasi batuan Lempeng Laut Maluku. Secara spesifik, gempa ini masih menjadi bagian dari rentetan gempa susulan pasca-gempa besar Magnitudo 7,3 yang terjadi pada 2 April 2026 lalu.

"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan Lempeng Laut Maluku. Ini merupakan rangkaian gempabumi susulan dari kejadian utama tanggal 2 April 2026 yang bermagnitudo 7,6," ujar Tony Agus Wijaya dalam keterangan resminya, Senin (6/4/2026).

Sejumlah warga desa berbagai daerah di Sulut juga merasakan gempa tersebut, seperti di Bitung, Minahasa Utara, dan Manado.

"Tidak terlalu kencang, tapi saya merasakan getaran saat akan berangkat kerja," ujar Gladys Theresia, warga Kota Manado.

​Hingga saat ini, BMKG belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat guncangan tersebut.

Catatan 1.101 Gempa Susulan

​Intensitas aktivitas seismik di zona tersebut memang terpantau masih sangat tinggi. Berdasarkan data monitoring BMKG hingga Senin pagi pukul 06.37 Wita, tercatat sudah terjadi ribuan kali gempa susulan.

​"Hingga pagi ini, hasil monitoring kami menunjukkan telah terjadi 1.101 kejadian gempabumi susulan (aftershock)," tambah Tony.

​Mengingat frekuensi gempa susulan yang masih tinggi, BMKG meminta warga untuk tetap tenang namun waspada. Masyarakat juga diimbau untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa sebelumnya.

Tidak ketinggalan untuk memastikan konstruksi bangunan rumah cukup tahan gempa sebelum kembali ke dalam ruangan, menyaring informasi, dan tidak mudah percaya pada isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan alias hoaks.

​"Kami tegaskan agar masyarakat hanya mempercayai informasi resmi yang bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," pungkas Tony.

Oleh Tri

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------


Untuk Streaming MEDIA INDONESIA ASIA klik gambar
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " MEDIA INDONESIA ASIA " "