Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Jalan Rusak ke Pondok Halimun Sukabumi, Dispar Ungkap Kendala Aset PTPN

Minggu, 05 April 2026 | 8:37:00 AM WIB Last Updated 2026-04-05T00:37:26Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, SUKABUMI - Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan tampaknya tidak menyurutkan niat wisatawan untuk menghabiskan waktu libur panjang Paskah di Pondok Halimun (PH), Kabupaten Sukabumi. Meski harus melewati jalanan yang rusak parah dan berbatu, destinasi alam ini tetap dipadati pengunjung yang ingin menikmati kesejukan di kaki Gunung Gede Pangrango.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Sabtu (4/4/2026), akses jalan sepanjang 1,2 kilometer menuju area wisata dipenuhi lubang dan permukaan yang tidak rata. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara, terutama bagi mereka yang membawa kendaraan kecil.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengakui adanya ketidakseimbangan antara potensi alam yang luar biasa dengan kenyamanan perjalanan. Ia menekankan bahwa keindahan sebuah destinasi harus didukung oleh fasilitas yang mumpuni.


"Pondok Halimun itu suasananya adem, orang bisa bermain air di sungai dan bersenda gurau di ruang terbuka hijau. Tapi kalau aksesibilitasnya terganggu, tentu tidak akan sempurna," ujar Ali Iskandar.

Ali menjelaskan bahwa pihaknya terus menerima keluhan dari wisatawan, namun terganjal oleh aturan birokrasi terkait status kepemilikan jalan tersebut.

"Kami sudah berulang kali membangun komunikasi agar ini menjadi perhatian. Namun sepertinya terhalang kendala aset dan mungkin juga keterbatasan anggaran. Kita akan kembali berkomunikasi mencari solusi," ujar dia.

 Persoalan utama yang membuat jalan ini tak kunjung mulus adalah status lahannya yang ternyata berada di bawah kepemilikan PTPN, bukan aset Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Hal inilah yang membuat Dinas Pekerjaan Umum (PU) tidak bisa serta-merta mengucurkan anggaran perbaikan.

Menghadapi kebuntuan tersebut, Ali membeberkan bahwa pihaknya tengah menyusun strategi baru agar fasilitas publik di kawasan tersebut bisa segera diperbaiki tanpa melanggar aturan aset.

"Dari hitungan kami, jumlah pengunjung mencapai 3.603 tiket dengan total retribusi mencapai Rp21.618.000. Angka ini bukti bahwa PH adalah aset berharga. Semoga ke depan bisa segera terealisasi perbaikannya, sehingga identitas wisata kita semakin baik," kata Ali.

Sebagai langkah konkret, Dispar sedang menjajaki opsi untuk menggandeng pihak ketiga atau investor untuk mengembangkan kawasan PH agar lebih tertata seperti destinasi kelas dunia.

"Kami merencanakan untuk menggandeng investor guna membenahi infrastruktur dalam bentuk MoU atau PKS dengan agrowisata untuk mengembangkan Pondok Halimun menjadi kawasan wisata seperti halnya yang dikerjakan di Gunung Mas Bogor," Ali menandaskan.

Oleh : Suryana

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------


Untuk Streaming MEDIA INDONESIA ASIA klik gambar
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " MEDIA INDONESIA ASIA " "