MEDIAINDONESIA.ASIA, TANGERANG - Pembangunan turap di wilayah RW 01 kelurahan Panunggangan Barat, kecamatan Cibodas, Kota Tangerang yang sampai saat ini belum dilanjutkan, dikarenakan masih adanya kendala, yakni masih ada lahan milik warga yang merasa belum mendapat ganti rugi atau lahannya belum di bayar oleh Pemerintah Kota Tangerang.
Saat dijumpai oleh awak media, pada Sabtu (4/4/2026) Ketua RW 01 Kelurahan Panunggangan Barat, Aidillah, mengatakan, " kalau menurut saya, ini kan turap itu kan waktu zamannya saya RT, saya sangat senang sekali, karena kalau misalnya kalau separuh-separuh saya juga nggak senang, kalau lanjut sampai ke muara sana itu lebih mantap banget ke warga, tapi kalau misalnya cuman nyampe segitu doang, tetep aja dampaknya lebih parah, jadi kalau air itu kalau banjir meluap ke sini, jadi surutnya lama, makanya dengar-dengar mau ada kelanjutan, itu saya senang dan saya sangat mendukung untuk kelanjutan pembangunan turap itu ", tutur Aidillah.
" Terkait masalah yang lahan garapan itu, saya juga kan belum tahu, kan saya sudah menjelaskan, awal-awal pertama, kan itu yang ngurusin RW yang lama dan kelanjutannya belum ke saya. Jadi baru ngomong minta tandatangan saja ke saya, cuma terkait apa, setelah itu untuk masalah lahan garapan, karena belum terurus, jadi kendala untuk kelanjutan turap, maka nya kalau turap itu, saya sangat setuju dilanjutkan, maka nya saya jelaskan, oke kalau masalah untuk turap, saya bantu, kalau untuk tanda tangan, antara RT Pono sama wilayah RW 01 dan RW 03 ", imbuh Aidillah.
Terkait masih adanya warga yang belum mendapatkan ganti rugi, Aidillah, menjelaskan, " dulu pertama mulai di turap, saya semenjak jadi RT, saya dengar ada surat dari Walikota, waktu zamannya Walikota Pak Arief, itu sudah dibayarkan semua, maka nya dibangunlah secara bertahap turap ini sampai ke pabrik tahu, nah kesananya ada selentingan kabar, katanya ada lahan yang belum dibayar dan saat itu, saya sudah tidak menjabat Ketua RT, nah sekarang saya menjabat Ketua RW, saya menjelaskan, kalau untuk turap, saya lanjut, ayo saya bantu butuh apa, saya akan tandatangan ", tambah Ketua RW.
Saat ditanya, apa tanggapan pihak kelurahan terkait masih adanya lahan yang belum dibuat turap, Aidillah menjelaskan, " kalau menurut saya, saya belum pernah ngomong ke Pak Lurah terkait pengurusan, cuma saya dengar selentingan, waktu Pak Lurah ngasih SK ke saya, bahasa Pak Lurah begini, " Pak RW hati-hati, asal jangan main tandatangan ", tapi itukan saya gak tahu masalah itu, masalah terkait tanah apa, itu saya gak tahu, cuma ngasih saran itu saja ke saya. Kalau dari Lurah untuk masalah larangan, jujur, tidak ada untuk saya, jangan nih tanah ini jangan di tandatangan, tidak ada itu, cuma bahasa Lurah itu, jangan di kasih tandatangan, harus baca dulu, tapi kalau warga minta tandatangan, jangan di tandatangani Pak ya RW, itu Lurah gak ngomong begitu ", ungkap Aidillah.
Saat ditanya apakah sudah ada permintaan dari warga yang tanahnya belum dibayar ini, apakah sudah ada pengajuan surat untuk ditandatangani, Ketua RW menjawab sudah.
" Sudah ada, maka nya langsung saya baca, oh ini mah keinginan Pak RW untuk melanjutkan turap, biar jangan banjir, oke saya setuju dan saya langsung tandatangan. Surat itu dari warga terkait untuk pembayaran ganti rugi dan sudah saya tandatangan, ada kekurangannya, dia kerumah saya lagi dan saya tandatangani lagi, yang penting terkait turap, saya dukung banget, karena kalau tidak dilanjut sampai ke sana percuma di turap dan banjir makin parah, yaa tetap banjir, cuma sebelum di turap dan sesudah di turap, itu lebih bagus sebelum di turap, karena kalau banjir, paling satu jam sudah surut lagi, tapi kalau di turap, itu surutnya lama, karena kesana kan yang di muara belum dilanjut, jadi airnya kesini semua, jadi kalau misalnya sudah surut atau sudah normal, balik lagi kesana. Maka nya saya berani tandatangan terkait adanya lahan yang belum dibayar, saat saya masih menjabat RT, saya ikut pengukuran juga, dan itu saya pernah lihat surat dari Walikota, sudah di bayarkan, yang masalah garapan- garapan disana.
" Tanggapan Lurah terkait tandatangan surat, Lurah bertanya, Pak RW kemarin tandatangan apa, saya jawab, masalah turap Pak, yaitu adanya tanah yang belum dibayarkan, lalu saya tandatangan, karena kalau ini tidak ditandatangani oleh saya, turap gak bakalan kelar Pak, udah begitu saja ", jelas Aidillah.
" Harapan saya, pengennya turap di lanjut, yang penting saya mah bisa mengurangi banjir. Terkait masih adanya lahan yang belum dibayar, tolong saja di bayarin, yang penting proyek turap di lanjut, untuk itu kepada pihak kelurahan, saya bisa bantu, warganya juga saya bisa bantu, karena turap sangat dibutuhkan Pak, jadi kalau sudah di buat turap, ajukan dalam Musrenbang untuk pengecoran, maka nya saya mendesak banget, jadi saya berharap lahan warga di bayarlah, duitnya pemerintah kan ada, biar turap bisa di lanjutkan dan bisa mengurangi banjir ", pungkas Aidillah.
Liputan : Soleh
Editor : Riska
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini





