Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

PLTN Bushehr Iran Diserang, Pakar Peringatkan Risiko Bencana Nuklir

Senin, 06 April 2026 | 7:58:00 PM WIB Last Updated 2026-04-06T11:58:56Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, TAHERAN - Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Bushehr, satu-satunya fasilitas nuklir yang masih beroperasi di Iran, dilaporkan menjadi sasaran serangan berulang dalam konflik yang sedang berlangsung antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat (AS). Serangan ini menimbulkan kekhawatiran luas akan potensi insiden nuklir yang disebut dapat berakibat "katastropik" bagi seluruh negara di kawasan Teluk.

Serangan terbaru terjadi pada Sabtu (4/4/2026), ketika rudal menghantam area dekat fasilitas tersebut. Menurut Organisasi Energi Atom Iran, satu petugas keamanan tewas dan sebuah bangunan samping mengalami kerusakan.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi dalam pernyataannya seperti dikutip dari Al Jazeera menyebut bahwa fasilitas Bushehr telah dibom sebanyak empat kali sejak konflik pecah pada 28 Februari. Ia mengkritik AS dan Israel atas apa yang disebutnya sebagai kurangnya perhatian terhadap keselamatan nuklir.


Apa Itu PLTN Bushehr?

PLTN Bushehr merupakan fasilitas nuklir yang terletak di kota pesisir Bushehr, yang dihuni sekitar 250.000 penduduk. Pembangunan awalnya dimulai pada 1975 oleh perusahaan Jerman, namun proyek tersebut baru selesai pada 2011 oleh Kementerian Energi Atom Rusia.

Ratusan personel Rusia ditempatkan di Bushehr, dengan sebagian di antaranya telah dievakuasi setelah serangan terbaru.

PLTN ini merupakan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama di Timur Tengah dan saat ini memiliki satu reaktor aktif. Unit 1 Bushehr menyuplai sekitar 1.000 megawatt listrik ke jaringan nasional Iran. Dua unit tambahan direncanakan mulai beroperasi pada 2029.

Risiko PLTN Bushehr Diserang

Jika reaktor nuklir atau kolam penyimpanan bahan bakar nuklir bekas terkena serangan langsung maka dapat terjadi pelepasan partikel radioaktif, termasuk isotop berbahaya seperti Caesium-137, ke atmosfer.

Zat radioaktif tersebut dapat menyebar melalui angin dan air, mencemari tanah, makanan, dan sumber air selama puluhan tahun. Paparan langsung dapat menyebabkan luka bakar pada kulit serta meningkatkan risiko kanker.

Peringatan dari Badan Nuklir PBB

International Atomic Energy Agency (IAEA), badan pengawas nuklir PBB, telah lama memperingatkan bahaya penargetan fasilitas ini.

Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi sebelumnya mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa serangan terhadap Bushehr dapat memicu bencana regional.

Ia memperingatkan bahwa serangan langsung dapat menyebabkan pelepasan radioaktivitas dalam jumlah besar dengan dampak luas hingga melampaui wilayah Iran. Bahkan, serangan terhadap jalur listrik yang memasok sistem pendingin reaktor dapat memicu pelelehan inti reaktor (meltdown).

Dalam skenario tersebut, evakuasi harus dilakukan dalam radius ratusan kilometer, termasuk ke negara-negara tetangga. Penduduk juga perlu diberikan tablet yodium dan pembatasan konsumsi makanan kemungkinan harus diberlakukan akibat kontaminasi.

Ancaman terhadap Air di Kawasan Teluk

Kerusakan pada Bushehr berpotensi pula mencemari perairan Teluk. Radiasi dapat berdampak pada ekosistem laut dan karena perairan Teluk relatif dangkal, efeknya dapat bertahan lama.

Hal ini sangat mengkhawatirkan karena banyak negara Teluk bergantung pada air hasil desalinasi laut. Namun, instalasi desalinasi umumnya tidak dirancang untuk menyaring bahan radioaktif.

Menurut Alan Eyre dari Middle East Institute, risiko utama bukan hanya dampak seperti tragedi Chernobyl, tetapi kontaminasi air yang dapat menghentikan proses desalinasi secara total.

Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani bahkan menyatakan bahwa simulasi pemerintah menunjukkan bahwa serangan terhadap Bushehr dapat membuat seluruh laut tercemar dan negara kehabisan air dalam tiga hari.

"Tidak ada air, tidak ada ikan, tidak ada kehidupan," ujarnya.

Kontributor : Al-Faz

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------


Untuk Streaming MEDIA INDONESIA ASIA klik gambar
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " MEDIA INDONESIA ASIA " "