MEDIAINDONESIA.ASIA, PALOPO - Kuasa hukum Pemerintah Kota Palopo, Sahrul mengungkap dugaan motif di balik aksi polisi berinisial SL yang menyatroni rumah pribadi Wali Kota Palopo, Naili Trisal sambil membawa parang. Aksi itu sebelum viral dan menjadi perbincangan hangat masyarakat khususnya di media sosial.
Sahrul menyebut pihaknya menduga adanya keterkaitan antara aksi oknum anggota Polres Palopo tersebut dengan dinamika politik dan proses seleksi direksi Perusahaan Umum Daerah Tirta Mangkaluku (PAM-TM) Palopo.
"Kasus ini menyedot perhatian karena latar belakang keluarga pelaku yang memang memiliki hubungan dengan dinamika politik di Palopo," kata Sahrul dalam keterangannya kepada Media. Kamis (30/4/2026).
Menurut dia, oknum polisi tersebut merupakan saudara kandung dari dua mantan anggota DPRD Palopo. Salah satunya disebut baru mengikuti seleksi direksi PAM-TM namun tidak lolos.
"Isu keterkaitan kegagalan seleksi direksi PAM-TM dengan aksi pelaku memang berkembang di media sosial," ujarnya.
Meski begitu, Sahrul menegaskan pihaknya tetap fokus pada proses hukum dugaan pengancaman yang dialami kliennya, Indra Ilham, yang merupakan sopir rumah tangga di kediaman pribadi milik Wali Kota Palopo.
"Kami mempercayakan penuh proses ini kepada penyidik. Fokus kami adalah memastikan klien kami mendapatkan keadilan atas tindakan intimidasi yang dialaminya," tegasnya.
Dia menilai unsur dugaan pengancaman menggunakan senjata tajam telah terpenuhi dalam pemeriksaan yang dilakukan penyidik. Hal itu dikuatkan dengan keterangan saksi dan bukti rekaman kamera pengawas.
"Secara hukum, unsur pengancaman dengan senjata tajam sudah terpenuhi dalam pemeriksaan tadi," katanya.
Sahrul menambahkan, Propam Polres Palopo merampungkan pemeriksaan saksi dan korban. Polisi juga mengantongi rekaman CCTV untuk mencocokkan kronologi kejadian.
Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat memanjat pagar rumah pribadi Naili Trisal sembari membawa parang. Sahrul juga menyebut bahwa oknum polisi tersebut berulang kali menggedor pagar sambil berteriak-teriak meminta Wali Kota Palopo keluar dengan ucapan yang kasar.
"Hingga saat ini pemeriksaan terhadap yang bersangkutan masih berlangsung," ujarnya. Polisi berinisial SL yang diduga emosi lalu membawa parang saat menyatroni rumah pribadi Wali Kota Palopo, Naili Trisal diperiksa Propam Polres Palopo.
Kapolres Palopo AKBP Dedy Surya Dharma, membenarkan hal tersebut. Dia menyebut bahwa terduga pelaku memang benar adalah oknum polisi yang bertugas di Polres Palopo.
"Oknum ada indikasi anggota. Saat ini masih didalami dan dipanggil saksi-saksi lain untuk memvalidkan data dan info yang ada," kata Dedy dalam pesan singkat kepada Liputan6.com, Rabu (29/4/2026).
Saat dikonfirmasi terkait pemeriksaan Propam, Dedy juga membenarkan bahwa yang bersangkutan telah dimintai keterangan. Namun hasil pemeriksaan masih dalam proses pengolahan.
"Sudah, namun hasilnya masih kami olah yaa, bersabar nanti perkembangan diinfokan," bebernya.
Kronologi Kejadian
Sebagai informasi, rumah pribadi Wali Kota Palopo, Naili Trisal, disatroni seorang pria berinisial SL pada Jumat (24/4/2026) malam sekitar pukul 21.00 Wita. Pria tersebut datang membawa sebilah parang sambil berteriak meminta Naili keluar dari rumahnya.
Belakangan diketahui SL merupakan anggota polisi yang bertugas di Polres Palopo. Ia diduga datang karena emosi dan sakit hati.
Kejadian itu dibenarkan Pengacara Pemkot Palopo, Syahrul. Menurutnya, saat insiden terjadi, Naili Trisal dan suaminya, Trisal Tahir tidak berada di rumah.
"Yang ada di dalam rumah saat itu hanya sopir rumah tangga dan dua asisten rumah tangga," kata Syahrul kepada Liputan6.com, Rabu (29/4/2026).
Syahrul menjelaskan, SL datang menggunakan sepeda motor sambil membawa parang di tangannya. Saat tiba di lokasi, pelaku sempat mencoba membuka pagar rumah, namun gagal karena dalam keadaan terkunci.
"Dia datang, putar motor, lalu mau buka pagar tapi terkunci. Mungkin karena jengkel, dia kemudian berteriak-teriak meminta Ibu Wali keluar," jelasnya.
Menurut Syahrul, pelaku juga mengucapkan kata-kata kasar sambil berteriak di depan rumah. Karena tidak ada yang merespons, SL kemudian diduga memanjat pagar rumah untuk memastikan kondisi di dalam.
"Tidak ada yang membukakan, akhirnya dia memanjat pagar untuk memastikan siapa yang ada di dalam," ujarnya.
Aksi tersebut membuat penghuni rumah ketakutan. Sopir rumah tangga yang berada di lokasi kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi pada malam yang sama.
Laporan : Dirta
Editor : Riska
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini





