MEDIAINDONESIA.ASIA, TANGSEL - Hidup itu penuh dengan lika-liku, ada hari dimana ketika bangun dari tempat tidur terasa seperti kemenangan kecil. Namun terkadang semua hanya terlihat baik-baik saja dari luar, tapi di dalamnya ada sesuatu yang lelah dan lemah. Bukan lelah karena kurang tidur. Bukan juga lemah karena sakit-sakitan. Tapi lelah dan lemahnya lebih dalam dari itu.
Kita pasti pernah merasa di titik yang terasa paling berat. Titik dimana kita juga tidak tahu harus menangis atau tertawa. Tapi air mata akan terus datang sendirinya. Ada juga titik dimana kita terus tersenyum secara pura-pura dan berkata ”Aku baik-baik saja.” Kalimat yang paling lelah yang sering kita ucapkan padahal jiwa kita sedang hancur-hancurnya.
Hari-hari berat itu nyata adanya. Hari-hari berat itu bukanlah sekedar drama biasa saja. Setiap hari memiliki kelelahan dan kecemasan sendiri. Kita akan merasakan sakit, menanggung semua beban yang berat sendirian. Kita akan menangis, tangisan diri itu mengajarkan kita untuk tetap kuat dan mandiri. Tumbuhlah di lingkungan yang membuatmu bertumbuh dengan baik. Setiap kesedihan bukanlah kompetensi dan bukanlah ajang mencari validasi. Rasa lelah tidak perlu dibandingkan untuk dianggap benar.
Mengapa kita harus tetap berjalan? bukan karena harus pura-pura kuat. Tapi kita berada dalam kenyataan, situasi dunia yang tidak pernah berhenti. Meskipun kita sedang jatuh, terluka dan merasakan kesedihan yang tak ada habisnya, semuanya akan harus berjalan. Semua orang pasti merasa takut dan bingung memulai langkah dalam perjalanan mereka. Hal yang dibutuhkan adalah keberanian dan keharusan, karena ”Keberanian bukan berarti kita tidak takut, melainkan dengan keberanian, kita akan melangkah walaupun kaki terasa berat dan jalan terlihat gelap.” Berjalan yang dimaksud disini bukanlah berjalan biasa, tetapi berjalan yang berani. Karena sekecil apapun langkah yang kita ambil, itu lebih dari cukup dibanding diam dan hanya meratapi nasib. Tetap jalani harimu seperti biasa, semua langkah kecil akan membuka jendela keberhasilan kita dalam menghadapi hari-hari berat.
Setiap orang memiliki keberanian yang berbeda. Bahkan, ada pula yang tidak memiliki keberanian sama sekali. Banyak juga yang sering melupakan keberanian yang dia miliki. Seperti keberanian untuk meminta tolong. Terkadang kita lebih sering mengatakan ”Aku baik-baik saja.” daripada ”Aku butuh ditemani.” Beberapa orang merasa bisa menyelesaikan sendiri dalam semua hal karena selalu terbiasa sendiri. Sering dari mereka tidak pernah jujur dan berani tentang diri sendiri. Dalam hal ini memang kita tidak harus menceritakan segalanya ke semua orang. Cukup duduk bersama orang yang kita percaya. Lalu ketika diri kita duduk bersama dia, kita akan tahu bahwa kita tidaklah sendirian. Keluarlah dari lembah duka itu, hiruplah nafas yang masih kamu rasakan itu.
Jika hari ini terasa sangat
berat, kita harus tetap jalani. Kita tidak harus sembuh hari ini dan saat ini
juga. Tapi yang perlu diingat adalah
jangan takut dengan semuanya, yang perlu kamu lakukan hanyalah ”Bertahan, lalui
semua dan jangan berhenti.” Sedikitnya langkah dan kecilnya langkah yang kita
ambil, itu tetaplah langkah. Berjalanlah meski waktu hari baik yang kamu
tunggu-tunggu itu belum datang. Perlahan akan tiba waktunya, saat dimana kita
lebih baik dari yang sebelumnya. Saat itu aku harus mengucapkan selamat
kepadamu, bahwa kita sudah berhasil melewati hari-hari berat sebelumnya dan
hari berat hari ini. Tetap kuat untukmu yang membaca ini.
Penulis : Pesta Natalia Silaban
Editor : Riska
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini





