MEDIAINDONESIA.ASIA, JATENG - Kain perca sering kali berakhir menjadi kain lap atau berakhir di pembuangan sampah karena tak layak pakai. Namun kain perca bisa bernilai seni tinggi setelah diubah menjadi tas unik dan lucu di tangan Asti Raisha.
Asti Raisha (44) merupakan owner UMKM Damelanasto yang mulai fokus mengkreasikan kain perca menjadi tas pada tahun 2023. Ditemui di pameran Jogja Creative Expo pada Sabtu (13/06/2026) lalu saat sedang menjaga stand pameran, Asti menceritakan perjalanannya merintis Damelanasto.
"Kalau mulai usaha itu udah 2014, tapi mulai fokus di percah itu mulai 2023," kata Asti.
Ukuran tas kain perca dari Damela Asto bervariasi, mulai dari tote bag, sling bag, shoulder bag hingga dompet koin. Saking unik dan kreatifnya, tas dari Damelanasto tak terlihat seperti berbahan dasar dari kain perca.
"Damela Asto itu ini ada arirang, terus ada yang sleeve bag, ada arum daun, terus ada pouch, terus ada tote bag-tote bag gitu," jelas Asti.
Saat ditemui di acara pameran Jogja City Mall, Asti menceritakan detail perjalanan usahanya. Ditemani lagu dari Rizky Febian yang meramaikan Jogja City Mall, Asti mengungkapkan sebelum bisnis kain perca, ia pernah membuat jilbab dan mukena. Setelah tiga tahun berbisnis, Asti memutuskan vakum sejenak pada tahun 2017 hingga 2020.
"Dulu awal mulai itu malah jahit jilbab sama mukena. Terus sempat vakum itu tahun 2017 sampai 2020-an," jelas Asti.
Pada tahun 2020, Asti kembali terjun berbisnis dan mengganti usahanya menjadi tas. Namun pada saat itu, Asti hanya memproduksi tas biasa. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 2023, Asti mulai fokus pada perca.
"Vakum gak produksi. Terus baru mulai lagi itu 2020 langsung ke yang tas," kata Asti.
Sambil memperlihatkan berbagai karya yang dipajang di stan pamerannya, Asti menjelaskan bahwa ide mengkreasikan tas dari kain perca muncul saat ia melihat tumpukan kain sisa di rumah yang tidak terpakai. Alhasil muncullah ide mengubah perca menjadi barang bermanfaat.
"Iya karena kan di rumah itu numpuk-numpuk perca gitu. Jadi kalau dimanfaatkan aja jadi produk yang baru, jadi lebih bermanfaat lagi," cerita Asti.
Mengingat kembali awal memulai bisnis, Asti rupanya sudah lama tertarik dengan kain perca. Bahkan, jilbab dan mukena yang ia produksi pada 2014 itu juga berbahan dasar perca, jauh sebelum ia akhirnya fokus pada bisnis tas perca seperti sekarang.
"Tapi memang dari awal itu saya udah tertarik dengan aplikasi perca. Jadi kayak jilbabnya kan saya jilbab anak-anak sama mukena. Jilbab anak-anaknya itu nanti yang depannya ada gambar tampilan kain perca," kata Asti.
Laporan : Wati
Editor : Riska
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini





