MEDIAINDONESIA.ASIA, GOWA - Proyek pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik dan karbon bakal dibangun di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Hal ini setelah perusahaan energi asal Kanada Portage Energy Group menyatakan kesiapannya menanamkan investasi senilai lebih dari USD 80 juta atau sekira Rp 1,3 triliun. Selain mengubah sampah menjadi energi listrik dan karbon, pembangunan fasilitas itu diproyeksikan membuka lebih dari 100 lapangan kerja.

Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin mengatakan pihak perusahaan telah mempresentasikan kesiapan mereka membangun fasilitas pengolahan sampah modern yang menghasilkan energi listrik dan karbon. Pihaknya menyambut baik rencana investasi tersebut karena dinilai mampu menjawab persoalan sampah sekaligus menghadirkan sumber energi baru.

"Kemarin kita sudah menerima kunjungan mereka, kemudian hari ini ditindaklanjuti dengan rapat untuk mempresentasikan kesiapan membangun pengolahan sampah modern yang output-nya menjadi pembangkit listrik dan karbon. Tentu kami menyambut baik program ini," kata Darmawangsyah, Selasa (28/7/2026).



Meski demikian, Darmawangsyah mengatakan masih ada beberapa hal yang harus dimatangkan, terutama terkait ketersediaan bahan baku sampah. Saat ini produksi sampah di Kabupaten Gowa rata-rata 400 ton per hari, sedangkan fasilitas yang direncanakan membutuhkan sekitar 1.000 ton sampah per hari.

Karena itu, Pemkab Gowa akan membangun koordinasi dengan pemerintah daerah di sekitar, termasuk Kota Makassar dan Kabupaten Takalar, agar kebutuhan pasokan sampah tersebut dapat terpenuhi.

"Kami optimistis kebutuhan itu bisa dipenuhi. Yang pasti mereka sangat serius untuk memastikan pembangunan pabrik pengolahan sampah modern ini bisa terlaksana," katanya.

Selain memastikan pasokan sampah, Pemkab Gowa juga telah menyiapkan lahan seluas sekitar 8 hektare. Lokasi tersebut telah ditinjau langsung oleh pihak Portage Energy dan dinilai memenuhi persyaratan yang dibutuhkan perusahaan.

"Kebutuhan mereka sekitar delapan hektare dan kami sudah punya lahannya. Mereka juga sudah meninjau lokasi tersebut dan memenuhi syarat yang ditentukan perusahaan," bebernya.

Laporan : Dirta

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini