Notification

×

Iklan

Translate

Iklan

Translate

3 Prajurit TNI yang Gugur Saat Evakuasi Korban Banjir dan Longsor di Sumbar Dapat Kenaikan Pangkat

Sabtu, 06 Desember 2025 | 12:40:00 AM WIB Last Updated 2025-12-05T16:40:00Z

 

JAKARTA, MEDIAINDONESIA.asia - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menyatakan memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat kepada tiga prajurit yang gugur saat mengevakuasi korban banjir dan longsor di Sumatera Barat (Sumbar). Penghargaan ini diberikan sebagai penghormatan atas pengorbanan mereka.

"Kemarin sudah dapat apresiasi kemudian perhatian dari bapak panglima. Secara otomatis mereka gugur dalam perjuangan, dalam pengabdian, maka akan dinaikkan pangkat satu tingkat," kata Freddy kepada awak media dalam jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (5/12/2025).

Menurut Freddy, kenaikan pangkat itu layak diberikan karena tiga prajurit TNI yang bertugas itu telah memberikan pengabdian terbaiknya kepada negara, terutama kepada para korban banjir di Sumatera Barat.

Selain itu, pemberian kenaikan pangkat ini juga bagian dari sikap konsisten Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam memberikan penghargaan kepada prajurit terbaik dan tindakan tegas bagi prajurit yang melanggar hukum.

Biaya Pendidikan Anak Prajurit yang Gugur Ditanggung TNI

Tidak hanya memberikan kenaikan pangkat, lanjut Freddy, TNI juga akan menjamin biaya pendidikan anak dari para prajurit yang gugur tersebut.

"Kemudian keluarga, anak akan diberikan difasilitasi terkait dengan sekolah maupun masa depannya," jelas Freddy, dilansir Antara.

Namun, Freddy tidak menjelaskan secara rinci biaya pendidikan apa saja yang akan ditanggung TNI.

Identitas 3 Prajurit TNI yang Gugur

Tiga prajurit TNI AD gugur ketika berusaha mengevakuasi korban saat terjadi banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). Mereka adalah Pelda Yudi Gusnadi (Subdenpom 5/XX), Serda Robi (Kodim 0307/TD), dan Prada Zeni Marpaung (Subdenpom 5/XX).

Kepala Pusat Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Letkol Kav Taufiq menjelaskan kronologi kejadian. Pelda Yudi Gusnadi bersama Serda Robi dan Prada Zeni Marpaung tersapu banjir bandang, tepatnya di Jembatan Kembar perbatasan Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar.

Ketiganya berbagi tugas mengatur lalu lintas saat terjadi tanah longsor di kawasan Lembah Anai yang menyebabkan jalan tertutup material. Selain itu, personel TNI tersebut juga turut membantu evakuasi masyarakat saat mulai terdengar bunyi keras dari arah sungai.

Nahas, saat mencoba membantu evakuasi masyarakat ketiga prajurit tersebut justru terbawa derasnya banjir bandang. Dia mengatakan, penemuan jenazah berkat kerja keras dan pencarian intensif selama beberapa hari.

Jenazah Pelda Yudi Gunardi ditemukan pada Senin (1/12/2025) sekitar pukul 17.00 WIB di daerah Mega Mendung, Jorong (dusun) Air Mancur, Nagari (desa) Singgalang Kecamatan Koto, Kabupaten Tanah Datar.

Sementara jenazah Prada Zeni Marpaung terlebih dahulu ditemukan di aliran Sungai Batang Anai, tepatnya di wilayah Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Korban terakhir, Pelda Yudi Gunardi ditemukan oleh tim SAR gabungan pada 2 Desember 2025.

Laporan : Mirna

Editor : Andi Purba

TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update