MEDIAINDONESIA.asia, JAWA TIMUR - Polisi mengungkap kronologi seorang pria berinisial S (57) yang nekat membacok Pegawai Negeri Sipil (PNS) SA (58) dengan celurit di depan TK DWP 1 Bungatan pada Selasa pagi, 27 Januari 2026.
Insiden berdarah yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB ini menyasar korban yang diketahui menjabat sebagai Kepala Sekolah. Korban dihadang saat sedang dalam perjalanan menuju tempat kerjanya di Jalan Raya Selowogo.
Pelaku diduga telah merencanakan aksinya dengan menunggu korban di lokasi kejadian. Cekcok mulut sempat pecah sebelum akhirnya S mencabut sebilah celurit dan menyerang korban secara membabi buta.
"Pelaku menyimpan dendam lama terhadap korban. Saat perselisihan memuncak, pelaku mengayunkan celurit ke arah vital, yakni wajah dan kepala korban," tegas Kasat Reskrim AKP Agung Hartawan, Kamis (29/2026)
Meskipun korban sempat melakukan perlawanan dan mencoba menangkis, serangan bertubi-tubi tersebut mengakibatkan luka robek serius pada, lengan kiri dan bahu kiri, serta paha kiri
Kondisi Kritis
Aksi brutal ini baru terhenti setelah warga sekitar yang melintas bergegas melerai dan menghentikan keganasan pelaku.
Saat ini, SA tengah kritis di ruang ICU RSUD dr.Abdoer Raheem Situbondo. Sementara itu, pelaku S tak berkutik saat diringkus Satreskrim Polres Situbondo beserta barang bukti berupa celurit dan pakaian yang bersimbah darah.
"Pelaku sudah resmi ditahan. Kami melakukan penyidikan dan memeriksa sejumlah saksi agar kasus ini segera naik ke persidangan," tambah AKP Agung.
Terancam 8 Tahun Penjara
Atas tindakan nekatnya, tersangka S kini terancam meringkuk di balik jeruji besi dengan jeratan Pas 468 ayat (1) subsider Pasal 466 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan berat.
"Pelaku terancam hukuman maksimal 8 tahun Penjara," pungkasnya.
Laporan : Int
Editor : Lisa
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

