Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Ibu Pencari Kepiting di Mimika Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Pencarian

Jumat, 27 Februari 2026 | 12:49:00 PM WIB Last Updated 2026-02-27T04:49:30Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, MIMIKA - Meriamewa (46), seorang ibu pencari kepiting (karaka) dilaporkan diterkam buaya di sungai  Agimuga, Kabupaten Mimika. Sampai berita ini diturunkan, proses pencarian belum membuahkan hasil. 

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga SAR Timika, Charles Y Batlajery, Kamis (26/2/2026) mengatakan, petugas jaga Kantor SAR Timika menerima laporan terkait peristiwa itu pada Rabu (25/2/2026).

Charles menceritakan detik-detik ibu pencari kepiting itu diterkam buaya hingga diseret ke dalam sungai. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (25/2/2026) siang sekitar pukul 12.00 WIT, saat korban bersama anaknya sedang mencuci kepiting dan kerang di pinggir Sungai Agimuga. Tiba-tiba korban diterkam buaya dan diseret ke dalam air.

Anak korban yang melihat peristiwa itu langsung berteriak meminta tolong dan melaporkan kejadian tersebut kepada masyarakat.

"Pihak keluarga dan masyarakat setempat telah berusaha melakukan pencarian, namun hingga saat ini korban belum juga ditemukan,” kata Charles.

Setelah menerima laporan tersebut pihaknya langsung memberangkatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri atas rescuer SAR Timika, Polairud, dan masyarakat setempat menggunakan rigid buoyancy boat (RBB) 600 PK milik Basarnas serta perahu karet 30 PK menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

"Hingga saat ini tim SAR belum menemukan korban," kata Charles.


Kasus Lainnya

Sementara itu, SAR Ternate Maluku Utara juga menerima laporan seorang warga di pesisir perairan Desa Gitaraja, Kota Tidore Kepulauan, diterkam buaya pada Senin lalu, dan sampai sekarang diketahui keberadaannya.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Ternate Ferdinando J. Rugebret, menjelaskan berdasarkan kronologi yang diterima peristiwa bermula pada Minggu (22/2) sekitar pukul 19.30 WIT dimana korban bernama Mahmud Kasim pergi seorang diri ke pesisir Pantai Gita dengan membawa alat panah ikan (jubi) dan senter untuk memanah ikan.

"Korban berangkat pada malam hari untuk mencari ikan di sekitar pesisir. Namun hingga keesokan harinya belum kembali ke rumah," ungkap Ferdinando.

Laporan tersebut diterima Senin pada pukul 12.05 WIT dari Bapak Jufri Adam selaku Kepala Pelabuhan (Kanpel) Dama. Menindaklanjuti informasi itu, tim rescue segera dipersiapkan dan diberangkatkan menuju Lokasi Kejadian Perkara (LKP) dengan membawa peralatan SAR laut dan perlengkapan evakuasi.

Keluarga yang khawatir kemudian melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi biasa korban mencari ikan. Dalam pencarian tersebut ditemukan peralatan milik korban berupa panah ikan dan senter, serta puluhan ikan hasil tangkapan. Namun korban tidak ditemukan di lokasi.

Temuan itu memperkuat dugaan bahwa korban mengalami insiden di sekitar perairan tersebut. Warga setempat menduga korban diterkam buaya, mengingat wilayah pesisir Gitaraja dikenal sebagai habitat satwa liar tersebut.

Masyarakat Desa Gitaraja bersama keluarga korban, termasuk istri korban, turut dikerahkan untuk melakukan penyisiran di sekitar perairan dan tepian pantai.

Setelah upaya pencarian mandiri tidak membuahkan hasil, keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor SAR Ternate guna meminta bantuan pencarian dan pertolongan.

Dalam pelaksanaan operasi SAR, sejumlah unsur terlibat antara lain Basarnas Ternate, BPBD Kota Tidore Kepulauan, Polsek setempat, keluarga korban, serta masyarakat Desa Gitaraja.

Tim SAR mengimbau masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari, mengingat potensi keberadaan satwa liar seperti buaya di sejumlah titik perairan di wilayah Oba dan sekitarnya.

"Operasi pencarian akan terus dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca serta keselamatan seluruh personel yang terlibat," katanya.

Liputan : Wulan

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update