MEDIAINDONESIA.ASIA, WASHINGTON DC - Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah kehilangan 11 unit drone militer jenis MQ-9 Reaper selama perang melawan Iran. Informasi tersebut disampaikan oleh para pejabat militer AS yang dikutip oleh CBS News pada Senin (9/3/2026).
Menurut para pejabat tersebut, dua drone tambahan baru-baru ini ditembak jatuh, sehingga jumlah total pesawat tanpa awak yang hancur dalam konflik tersebut kini mencapai 11 unit.
Kerugian akibat hilangnya drone-drone tersebut diperkirakan mencapai lebih dari USD 330 juta atau Rp5,57 triliun.
MQ-9 Reaper merupakan pesawat tanpa awak yang digunakan oleh militer AS untuk berbagai misi, termasuk pengumpulan intelijen, pengawasan, pengintaian, serta operasi serangan presisi.
Drone ini lebih mudah ditembak jatuh karena dirancang untuk digunakan dalam lingkungan operasi kontra-terorisme yang memiliki pertahanan udara sangat terbatas, bukan untuk menghadapi negara yang memiliki sistem rudal modern.
Dari sisi kemampuan teknis, pesawat ini memiliki kecepatan maksimum sekitar 480 kilometer per jam. Kecepatan tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan pesawat tempur, yang dapat mencapai kecepatan sekitar 1.200 hingga 1.900 mil per jam.
AS Kehilangan 7 Prajurit
Sementara itu, korban tewas sejak perang dimulai pada Sabtu (28/2) di pihak AS per Minggu (8/3) dilaporkan mencapai tujuh tentara. Dalam pernyataannya pada Senin, Kementerian Pertahanan AS alias Pentagon menyatakan bahwa prajurit ketujuh yang tewas adalah Sersan Angkatan Darat Benjamin N Pennington, 26 tahun, warga Glendale, Kentucky.
Pentagon menyebut Pennington tewas pada Minggu akibat luka yang dideritanya setelah serangan Iran terhadap Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi pada 1 Maret.
Enam prajurit AS lainnya yang tewas telah diidentifikasi pekan lalu, yakni Kapten Cody A Khork, 35 tahun; Sersan Kelas Satu Nicole M Amor, 39 tahun; Sersan Declan J Coady, 20 tahun; Sersan Kelas Satu Noah L Tietjens, 42 tahun; Mayor Jeffrey R O’Brien, 45 tahun; serta Chief Warrant Officer 3 Robert M Marzan, 54 tahun.
Menurut pihak militer, keenam prajurit tersebut bertugas di Komando Penopang ke-103 yang berbasis di Des Moines, Iowa, dan tewas pada 1 Maret dalam sebuah serangan sistem pesawat tanpa awak di Port Shuaiba, Kuwait.
Laporan : Nasir
Editor : Lisa
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini


