Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Kisah Pemudik Bekasi Terlantar di Tol Semarang-Solo, Dievakuasi Polisi Saat Kebingungan

Rabu, 18 Maret 2026 | 8:20:00 PM WIB Last Updated 2026-03-18T12:20:58Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, SEMARANGPerjalanan mudik yang seharusnya penuh kebahagiaan sempat berubah menjadi kebingungan bagi Sulaiman (37), seorang pemudik asal Bekasi. Bersama istri dan dua anaknya, dia justru terhenti di tengah ruas Tol Semarang–Solo tanpa kepastian arah, Senin pagi (16/3/2026).

Pagi itu, sekitar pukul 08.30 WIB, Sulaiman dan keluarga tengah dalam perjalanan menuju Sruwen, Kabupaten Semarang. Dia hendak bertemu sang adik yang sudah sekitar 13 tahun tidak dijumpai.

Namun di tengah perjalanan, Sulaiman baru menyadari bahwa bus yang ditumpanginya tidak melewati jalur yang dia perkirakan. Setelah berkomunikasi dengan sang adik, dia diminta untuk turun dan dijemput menggunakan sepeda motor.

Tanpa mengetahui secara pasti lokasi yang aman, pihak bus menurunkan mereka di sekitar KM 457 ruas Tol Semarang–Solo. Alih-alih segera bertemu keluarga, Sulaiman justru dihadapkan pada situasi yang membingungkan.

Dia dan keluarganya tidak mengetahui posisi pasti mereka, sementara sang adik juga kesulitan menemukan lokasi di sisi tol tersebut. Selama kurang lebih 30 menit, mereka menunggu di pinggir jalan tol dengan perasaan cemas.

Di tengah kebingungan itu, sebuah mobil patroli Polres Semarang yang tengah melaksanakan patroli rutin melintas dan melihat keberadaan keluarga tersebut. Saat itu, Kabag Ren Polres Semarang Kompol Joko Winarno langsung menghentikan kendaraan dan menghampiri mereka.


Setelah mendengarkan penjelasan Sulaiman serta berkomunikasi dengan pihak keluarga, petugas segera mengambil langkah cepat. Demi keselamatan, Sulaiman beserta istri dan kedua anaknya dievakuasi dan dibawa ke Polsek Tengaran untuk menunggu penjemputan di tempat yang lebih aman.

“Kami melihat ada keluarga yang tampak kebingungan di pinggir jalan tol saat patroli. Setelah kami tanyakan, ternyata mereka pemudik yang salah turun. Untuk keamanan, kami bawa ke Polsek Tengaran sambil menunggu dijemput keluarga,” ujar Kompol Joko, Selasa (17/3).

Polisi Siap Jadi Penolong Saat Darurat

Tak berselang lama, sang adik akhirnya tiba di Polsek Tengaran, Sulaiman pun tak mampu menyembunyikan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan oleh pihak Kepolisian.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak-bapak polisi yang sudah membantu saya dan keluarga. Tadi kami benar-benar bingung dan khawatir, apalagi membawa anak-anak di pinggir tol” ungkap Sulaiman.

Menanggapi kejadian tersebut, Kasatgas Humas Operasi Ketupat Candi 2026, Kombes Pol Artanto, mengatakan bahwa kehadiran Polri di jalur mudik tidak hanya berfokus pada pengamanan arus lalu lintas, tetapi juga memberikan pelayanan dan pertolongan kepada masyarakat.

“Sudah menjadi kewajiban kami (anggota Polri), untuk hadir memberikan rasa aman dan membantu masyarakat, khususnya para pemudik yang mengalami kendala di perjalanan. Kepada seluruh masyarakat apabila membutuhkan bantuan, segera hubungi atau datangi petugas kepolisian yang bertugas di sepanjang jalur mudik,” ujar Artanto.

Oleh : Wati

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------


Untuk Streaming MEDIA INDONESIA ASIA klik gambar
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" MEDIA INDONESIA ASIA "