MEDIAINDONESIA.ASIA, MANADO - Gempa Magnitudo 7,6 yang berpusat di Kota Bitung, pada Kamis (2/4/2026), getarannya turut dirasakan di Kota Manado, Sulut. Seorang warga atas nama Deice Lahia (70), tewas tertimpa reruntuhan bangunan KONI Sulut, sedangkan tetangganya Stevi Pude berhasil lolos dari maut.
Puluhan warga memadati kompleks KONI Sulut yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Sario, Kota Manado, pada Kamis pagi. Beberapa jam sebelumnya, gempa baru saja menghancurkan bagian salah satu bangunan.
"Saat itu, Oma Deice sementara mencabut rumput di sekitar tanaman cabai yang di tanam depan warungnya," tutur Stevi Pude dengan raut muka sedih.
Stevi terduduk di salah satu warung yang tersimpan material bangunan yang roboh. Dia tampak lesu, keringat mengalir di wajahnya.
"Kami sempat memanggil Oma Deice untuk lari saat gempa mengguncang," tuturnya.
Dia bersama suaminya yang tinggal berdekatan dengan tempat tinggal Deice Lahia, langsung bergegas meninggalkan kawasan itu, saat gempa mengguncang sekitar pukul 06.48 Wita.
Apalagi dia melihat material bangunan mulai berjatuhan dan menerjang warung dan rumah yang berjejer di bagian bawah bangunan itu.
"Saat gempa mereda, kami kembali dan menemukan rumah kami sudah hancur. Oma Deice juga sudah meninggal dunia," ujarnya lirih.
Di tengah tumpukan massa dan aparat TNI Polri yang mulai membersihkan puing-puing bangunan, mata Stevi memperhatikan dengan awas. Dia bangkit berdiri dan mengambil beberapa barang miliknya yang masih utuh.
"Tempat tinggal kami yang ini, sudah hancur," tuturnya sambil menunjuk sebuah sebuah warung yang sudah hancur diterpa material bangunan.
Meski warung dan tempat tinggalnya hancur, Stevi mengatakan, dia bersyukur masih bisa lolos dari maut.
"Bersyukur masih selamat," ujarnya.
Diketahui, gempa bumi magnitudo 7,6 terdeteksi di wilayah Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026) pagi.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa bumi terjadi sekitar pukul 05.48.16 WIB, dengan lokasi 1,25 LU-126,27 BT.
Peringatan Dini Tsunami Berakhir
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Manado mengakhiri peringatan dini tsunami akibat dampak gempa Magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Bitung dan Maluku Utara.
"Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa Magnitudo 7,6, 0 pada 2 April 2026 05:48:16 WIB, dinyatakan: BERAKHIR," tulis BMKG Manado.
Toni Agus Kepala BMKG Manado mengatakan, meski berpotensi tsunami namun berdasarkan pantauan di lapangan, tidak ada pantulan dan resonansi.
"Gelombang (tsunami) relatif kecil, kurang dari 75 cm," sebutnya.
Dari sejumlah alat pemantau tsunami yang dimiliki BMKG di perairan Maluku Utara tercatat, gelombang tsunami di sisi selatan Minahasa ketinggiannya kurang dari 75 cm, di Bitung hanya 20 cm, dan Halmahera Barat 30 cm, kemudian di Minahasa Utara juga hanya 30 cm.
Oleh : Dirta
Editor : Lisa
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini




