Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Selamat datang di Portal Mediaindonesia.asia, Berita hari ini, Informasi Untuk Masa Depan

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

India Kecam Donald Trump soal Komentar "Lubang Neraka" dan Rasisme

Jumat, 24 April 2026 | 9:17:00 PM WIB Last Updated 2026-04-24T13:17:53Z

JAKARTA, MIA - India pada Kamis (23/4/2026) menyebut unggahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak pantas, setelah ia membagikan komentar yang menyebut negara Asia Selatan tersebut sebagai lubang neraka.

Unggahan kontroversial di Truth Social itu muncul menjelang kunjungan Marco Rubio ke India bulan depan.

Pada Rabu (22/4), Trump mengunggah sebuah tulisan sepanjang empat halaman—yang diduga merupakan transkrip pernyataan dari pembawa podcast konservatif Michael Savage—yang mengecam hak konstitusional AS terkait kewarganegaraan bagi setiap orang yang lahir di negara tersebut.

Savage adalah seorang pembawa acara radio konservatif, penulis, dan komentator politik terkemuka di AS.

Tanpa bukti, unggahan Trump menuduh imigran India di industri teknologi tidak mempekerjakan warga Amerika kulit putih kelahiran asli. Unggahan itu secara tidak akurat pula mengklaim bahwa imigran India tidak memiliki kemampuan bahasa Inggris.

Trump juga mengunggah video Savage yang menyampaikan komentar tersebut kepada audiens podcastnya.

"Seorang bayi yang lahir di sini langsung menjadi warga negara, lalu mereka membawa seluruh keluarganya dari China, India, atau tempat lain di dunia yang merupakan lubang neraka," demikian bunyi unggahan Trump. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India Randhir Jaiswal menyebut pernyataan Trump jelas tidak berdasar, tidak pantas, dan tidak sopan.


"Mereka tentu tidak mencerminkan realitas hubungan India-AS, yang sejak lama didasarkan pada saling menghormati dan kepentingan bersama," sebut Randhir seperti dikutip dari laporan the Guardian.

Anggota Kongres AS Ami Bera seorang Demokrat yang orang tuanya merupakan imigran India, menyebut unggahan Trump "menyinggung, tidak berpengetahuan, dan tidak pantas bagi martabat jabatan yang diembannya".

"Presiden Trump, yang lahir dalam kekayaan dan privilese, tidak pernah harus berjuang seperti banyak keluarga imigran lainnya," ujarnya.

Hindu American Foundation, sebuah kelompok advokasi, mengatakan mereka terganggu oleh "tulisan penuh kebencian dan rasis".

"Dukungan terhadap pernyataan seperti itu oleh presiden AS akan semakin memicu kebencian dan membahayakan komunitas kami, di tengah xenofobia dan rasisme yang sudah berada pada tingkat tinggi," tulis mereka di platform X.

Trump, yang menjadikan pengetatan kebijakan imigrasi sebagai kebijakan utamanya, telah menargetkan visa yang umum digunakan oleh pekerja teknologi asal India.

Ia selama berbulan-bulan mempertahankan tarif tinggi terhadap India setelah merasa marah karena Perdana Menteri Narendra Modi meremehkan perannya dalam mediasi konflik antara India dan Pakistan, yang selama ini aktif mendekati Trump.

Perselisihan Trump dengan India ini kontras dengan upaya selama puluhan tahun oleh para presiden AS sebelumnya untuk menghindari gesekan dan membangun hubungan dengan demokrasi terbesar di dunia tersebut, yang oleh pembuat kebijakan AS dipandang sebagai penyeimbang terhadap rival mereka, China.

Laporan : Mirna

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

 

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " PT. MEDIA PERS INDONESIA " "