Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Selamat datang di Portal Mediaindonesia.asia, Berita hari ini, Informasi Untuk Masa Depan

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Kekejaman Daycare Little Aresha Jogja: Anak Diikat dan Alami Trauma Berat

Senin, 27 April 2026 | 7:50:00 PM WIB Last Updated 2026-04-27T11:50:34Z

Noorman Windarto, orang tua dari dua anak yang ditipkan di Daycar Little Aresha Yogyakarta.
MEDIAINDONESIA.ASIA, JATENG - Noorman Windarto, orang tua dari dua anak yang ditipkan di Daycar Little Aresha Yogyakarta menceritakan perubahan perilaku dan kesehatan buah hatinya. Noorman menceritakan, anak pertamanya sudah dititipkan di usia 2 tahun di tahun 2022 lalu. Anak itu dititipkan hingga umur 5 tahun dan keluar dari daycare tahun 2025 lalu.

Sedangkan anak keduanya masih dititipkan di daycare tersebut. Anak kedua Noorman ini bahkan ada, saat polisi melakukan penggerebekan di daycare itu.

Noorman membeberkan setiap pagi jika anaknya mau dimandikan untuk berangkat sekolah selalu menangis ketakutan. Ini terjadi setiap hari sekolah atau dari Senin sampai Jumat.

Sementara di hari Sabtu dan Minggu, anaknya mandi biasa tanpa drama menangis ketakutan.

"Dari Senin sampai Jumat kalau mandi mau berangkat sekolah pasti menangis seperti ketakutan. Kalau Sabtu dan Minggu, natural saja. Mandinya tidak pakai nangis. Saat ini saya baru ngeh mungkin ini semacam trauma ya," ucap Noorman kepada wartawan. Dikutip dari merdeka.com, Minggu (26/4/2026).


Anak Noorman juga kerap mengalami batuk dan pilek. Bahkan hampir setiap bulan sekali harus masuk rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

"Anak yang nomor dua, setiap bulan masuk rumah sakit. Diperiksa dokter divonis anak saya pneumonia. Saya enggak menyangka kalau kondisi ini ternyata disebabkan karena perlakuan di daycare anak saya," urai Noorman.

Noorman mengaku trauma usai melihat bukti video kondisi anaknya saat berada di daycare. Noorman menyesal mempercayakan dua anaknya dititipkan di sana.

"Saya lihat video dari polisi pas anak-anak masih diikat dan gak pakai baju. Hanya pakai popok. Ada yang disuruh berdiri di cagak (tiang) pintu. Itu usianya yang sudah besar. Ada yang dibedong. Ada yang di lantai," tuturnya.

"Saya trauma. Pas lihat video saya nangis. Kalau ingat video itu, nangis saya," imbuh Noorman menahan tangis.

Noorman mengungkapkan anak-anak yang dititipkan di sana ternyata diperlakukan tak manusiawi. Anak-anak, sambung Noorman hanya dipakaikan popok, diikat pakai kain dan diletakkan begitu saja di lantai tanpa kasur.

"Anak saya di sana diperlakukan tak manusiawi. Anak ditelanjangi hanya pakai popok. Diikat pakai kain. Ditaruh di lantai cuma pakai playmate (alas tipis) bukan kasur," pungkas Noorman.

Oleh : Wati

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " PT. MEDIA PERS INDONESIA " "