Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Selamat datang di Portal Mediaindonesia.asia, Berita hari ini, Informasi Untuk Masa Depan

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Mentan Amran: Stok Beras 5 Juta Ton, RI Siap Ekspor ke Malaysia dan India

Kamis, 23 April 2026 | 4:52:00 PM WIB Last Updated 2026-04-23T08:52:40Z

JAKARTA, MIA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan, kesiapannya untuk ekspor ratusan ribu ton beras asli Indonesia ke negara lain. Menyusul, stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang sudah mencapai 5 juta ton per April 2026 ini.

Indonesia berhasil membalikkan keadaan dari pengimpor menjadi pengekspor beras. Titik balik dimulai sejak 2025 ketika Indonesia tidak melalukan impor beras sama sekali. Amran mengatakan, 2.280 ton sudah diekspor ke Arab Saudi setelah 10.000 ton beras jadi bantuan bagi rakyat Palestina.

"Kita ekspor kirim ke saudara kita, Palestina, 10.000 ton," kata Amran saat peninjau gudang penyimpanan beras Bulog di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026).

Dia menjelaskan, saat ini Perum Bulog masih negosiasi ekspor beras ke Malaysia. Rencana awal, Malaysia membeli beras Indonesia sebanyak 200.000 ton. Amran percaya diri bisa mengirim lebih banyak lagi dari angka tersebut.

"Kita sudah negosiasi melalui Bulog, mudah-mudahan 200.000 ton bisa kita ekspor. Jangankan 200.000, 500.000 (ton) pun bisa diekspor ke negara yang membutuhkan," tegas Amran.

Keyakinannya bukan tanpa sebab. Produksi dalam negeri yang meningkat dalam dua tahun belakangan ini menjadi alasannya. Alhasil, stok cadangan beras RI tembus 5.000.189 ton, terbesar sepanjang sejarah. Angka tersebut telah melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat.


Ekspor Pupuk ke Australia dan India

Selain beras, Amran juga mengungkap rencana ekspor pupuk ke berbagai negara. Australia berencana mendatangkan setidaknya 250.000 tohn pupuk urea dari Tanah Air.

"Pupuk kita sudah ekspor ke Australia. Perdana Menteri Australia menelepon Bapak Presiden, kita rencana 250.000 ton ekspor urea. Nanti kita lihat kalkulasinya," ujarnya.

Selain itu, India juga disebut meminta sekitar 500.000 ton beras. "Yang jelas, Dubes India juga langsung telepon saya minta 500.000 ton. Australia sudah mengambil. Kita harus bangga dengan negara kita," ujar dia. Sebelumnya,  Pemerintah secara resmi melepas ekspor beras premium “befood Nusantara” yang diperuntukkan bagi jemaah haji Indonesia tahun 2026, Rabu (4/3/2026). Pelepasan ini menjadi ekspor perdana beras haji sebagai langkah awal penetrasi pasar Timur Tengah.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Mamdhani mengungkapkan, beras yang dikirim merupakan kualitas terbaik yang pernah diproduksi Bulog. Spesifikasinya memiliki tingkat pecahan hanya 5% dan kadar air di bawah 14%.

“Selama ini beras premium di Indonesia rata-rata pecahannya 15%. Untuk haji ini hanya 5%. Jadi ini kualitas terbaik, standar ekspor,” jelasnya dalam konferensi pers di Gudang Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Rabu (4/3/2026).

Laporan : Mirna

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " PT. MEDIA PERS INDONESIA " "