Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Rencana Rel KA Kalsel Berubah, Investor Rusia Lirik Jalur Jorong

Senin, 06 April 2026 | 4:49:00 PM WIB Last Updated 2026-04-06T08:49:34Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, KALSEL - Lama tak terdengar, rencana pembangunan rel kereta api di Kalimantan Selatan kembali diungkit. Kabarnya, jalurnya kemungkinan akan berubah. Anggota Komisi V DPR RI asal Kalsel, Syaifullah Tamliha mengatakan, jalur kereta api mungkin berubah karena permintaan calon investor.

“Rencana kereta api dari Tabalong ke Banjarmasin, ada beberapa pihak yang meminta agar dialihkan dari Tabalong ke Tanah Laut,” katanya kepada Radar Banjarmasin. Alasannya, di Jorong ada pelabuhan yang terletak di laut dalam.


“Sehingga kapal tidak tergantung lagi pada pasang surut muara Sungai Barito.Seperti di Pelabuhan Trisakti,” jelasnya. Menurutnya, bila kapal tak lagi bergantung pada pasang surut sungai, maka pendistribusian barang dari Kalsel ke provinsi lain akan lancar. 

“Di situ juga bisa menjadi pelabuhan ibu kota negara baru di Kaltim,” ujarnya. Investor terkait, Syaifullah menyebut, ada salah satu pemodal dari Rusia yang menyatakan ketertarikannya membiayai pembangunan kereta api di sini.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Ariadi Noor menambahkan, dari hasil diskusi dengan Kementerian Perhubungan disampaikan, pengalihan trase kereta api dari Tabalong ke kawasan industri Jorong masih berkutat di RDP (Rapat Dengar Pendapat).

“Ini memang sudah masuk catatan Kemenhub,” ujarnya. Namun, perubahan trase masih memerlukan analisis dan data yang lebih detail. Berbeda dengan dua rencana semula (rute Tabalong-Banjarmasin-Palangkaraya dan Tanah Grogot-Batu Licin-Banjarmasin) yang sudah dalam direncanakan. 

“Sehingga apabila ada perubahan trase, maka diperlukan kajian lagi,” jelasnya.

Lagi pula, jalur ke Jorong sudah ada di trase Banjarmasin-Batulicin-Tanah Grogot. “Jadi memang jalurnya sudah sampai ke sana,” ujarnya.

Ihwal investor dari Rusia, Ariadi mengaku hingga kini belum menerima informasi seperti itu. Baik dari Dishub Kalsel maupun Kemenhub.

Pembangunan kereta api diharapkan melalui sistem kerja yang sama antara pemerintah dan badan usaha. “Sudah diserahkan Kemenhub ke Kemenkeu, tapi belum ada keputusan untuk melanjutkan ke proses berikutnya,” tutupnya.

Oleh : Anam

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------


Untuk Streaming MEDIA INDONESIA ASIA klik gambar
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " MEDIA INDONESIA ASIA " "