Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Selamat datang di Portal Mediaindonesia.asia, Berita hari ini, Informasi Untuk Masa Depan

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Sakit Hati Ditagih Gelang Emas, Pria di Soppeng Bunuh Mantan Kekasih

Minggu, 26 April 2026 | 9:10:00 AM WIB Last Updated 2026-04-26T01:10:07Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, SULSEL - Seorang perempuan berinisial NI (25) di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, ditemukan tewas setelah dibunuh oleh mantan kekasihnya, BA (25). Pembunuhan tersebut dipicu persoalan gelang emas yang sempat dijual oleh pelaku.

Kasus ini terungkap setelah pihak kepolisian melakukan rekonstruksi pada Rabu (22/4/2026). Rekonstruksi digelar di dua lokasi, yakni Wisma Umega di Desa Timusu, Kecamatan Liliriaja, serta di Dusun Congko, Desa Congko, Kecamatan Marioriwawo. Dalam kegiatan itu, pelaku memperagakan 31 adegan sebelum hingga setelah kejadian pembunuhan.

Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Dodie Ramaputra mengatakan, dari rekonstruksi tersebut terdapat sejumlah penambahan adegan yang disesuaikan dengan fakta di lapangan.

“Rekonstruksi kemarin kita lakukan dengan 31 adegan, namun ada beberapa penambahan berdasarkan fakta yang ditemukan,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa bermula pada Sabtu, 28 Februari 2026. Saat itu, korban dan pelaku datang ke Wisma Umega dan menyewa kamar. Di lokasi tersebut, keduanya terlibat cekcok karena korban menanyakan keberadaan gelang emas miliknya yang hilang dan diduga telah dijual oleh pelaku.

“Gelang emas korban diambil oleh pelaku. Korban terus mendesak hingga pelaku akhirnya mengakui telah mengambil dan menjualnya,” kata Dodie.


Pertengkaran kemudian berlanjut hingga mencapai puncaknya pada Sabtu, 7 Maret 2026. Dalam kondisi emosi, pelaku diduga memukul korban dan mendorongnya hingga terjatuh di atas kasur. Pelaku kemudian melakukan kekerasan yang menyebabkan korban tidak lagi bergerak.

“Setelah itu korban sudah tidak bernyawa. Pelaku sempat keluar kamar, lalu kembali lagi untuk membersihkan lokasi kejadian, mengganti pakaian korban, serta menutup tubuhnya dengan selimut,” jelasnya.

Beberapa hari setelah kejadian, tepatnya Selasa (10/3/2026) dini hari, pelaku memasukkan jasad korban ke dalam kantong plastik hitam dan melakban sebelum membawanya menggunakan mobil. Jenazah kemudian dibuang di area kebun jati di Desa Congko.

“Setelah membuang jenazah, pelaku kembali ke wisma, membersihkan kamar, dan mengembalikan kunci kamar seolah tidak terjadi apa-apa,” ungkap Dodie.

Terkait adanya permintaan uang tebusan kepada pihak keluarga korban, polisi menegaskan hal tersebut hanyalah rekayasa pelaku untuk mengelabui keluarga korban.

Sebelumnya, korban sempat dilaporkan hilang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area perkebunan. Polisi juga mengungkap bahwa korban dan pelaku pernah menjalin hubungan asmara, meski saat kejadian keduanya sudah berpisah namun masih berkomunikasi.

“Memang pernah pacaran, tapi sudah putus. Namun komunikasi masih tetap berjalan,” tambahnya.

laporan : Dirta

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " PT. MEDIA PERS INDONESIA " "