Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Stok Elpiji 3 Kg Tuban Langka, Warga Antre Hingga Kecewa

Senin, 06 April 2026 | 4:37:00 PM WIB Last Updated 2026-04-06T08:37:42Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, TUBAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) memastikan stok ketersediaan gas tabung elpiji 3 kilogram dalam kondisi aman. Pernyataan itu disampaikan pada Minggu, 5 April 2026, menyusul upaya pengawasan dan distribusi yang disebut telah dioptimalkan hingga tingkat pangkalan.

Namun, jaminan tersebut seolah tak sejalan dengan kondisi yang dirasakan masyarakat. Dalam sepekan terakhir, warga mengaku kesulitan mendapatkan gas subsidi tersebut, bahkan elpiji 3 kilogram ini nyaris tak ditemukan di tingkat pengecer.

Pemandangan antrean panjang terlihat jelas di salah satu pangkalan elpiji di Kota Tuban sejak Sabtu, 4 April 2026 pagi. Antrean mengular hingga menjelang siang, bahkan tak sedikit yang harus pulang dengan tangan kosong.


Ketegangan pun sempat terjadi, ditandai dengan adu mulut antara warga dan pemilik pangkalan. Juarti (63), warga Kelurahan Sidomulyo, menjadi salah satu yang merasakan langsung sulitnya mendapatkan gas subsidi.

Ia mengaku harus berdesakan sejak pagi demi mendapatkan satu tabung elpiji. “Sudah hampir satu minggu ini langka. Dari pagi antre sampai siang baru dapat. Harganya Rp 18 ribu per tabung,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah segera turun tangan dengan langkah konkret agar kondisi kembali normal. “Kami ini butuh untuk masak. Semoga cepat normal lagi,” keluhnya.

Nasib kurang beruntung dialami Inawaroh (30), warga Karangsari. Setelah mengantre berjam-jam, ia justru tak kebagian elpiji. “Dari pagi antre, tapi malah habis. Kami ini butuh, Pak, untuk memasak,” katanya dengan nada kecewa.

 Sementara itu, pemilik pangkalan elpiji di Kota Tuban, Andi Mustami, memastikan tidak ada pengurangan pasokan dari agen. Setiap hari, ia menerima kiriman sebanyak 180 tabung.

Namun, lonjakan permintaan dalam beberapa hari terakhir membuat stok cepat habis. “Kiriman tetap ada, 180 tabung per hari. Tapi sekarang habis hanya dalam dua jam,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Diskopumdag Tuban, Gunadi, menegaskan bahwa ketersediaan elpiji 3 kilogram masih dalam kondisi aman berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, dan masyarakat tidak perlu khawatir. Ia juga menyebut distribusi tetap berjalan, bahkan selama masa libur.

“Sejak sebelum hari raya kami rutin melakukan pemantauan, baik stok, distribusi, maupun harga. Bahkan saat libur, distribusi tetap berjalan,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk memastikan pasokan tetap terjaga. Selain itu, para camat dilibatkan untuk memantau kondisi riil di wilayah masing-masing hingga tingkat desa.

“Peran camat penting untuk memastikan kondisi di lapangan. Jika ada kekosongan, segera dilaporkan agar bisa ditangani cepat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Gunadi juga mengingatkan pangkalan agar tidak menjual elpiji 3 kilogram di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan tetap menyalurkan sesuai ketentuan. Pelanggaran, kata dia, akan dikenai sanksi tegas, termasuk penghentian pasokan.

Oleh : Int

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------


Untuk Streaming MEDIA INDONESIA ASIA klik gambar
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " MEDIA INDONESIA ASIA " "