Notification

×

PSE

Iklan 1

Berita hari ini, Informasi Untuk Masa Depan

PDAM

Iklan

Translate

PSE

Iklan

Ucapan Kaltara

Iklan1

.........

Translate

Kisah Haru Hartati, Korban Banjir Aceh Tamiang yang Akhirnya Berhaji

Kamis, 14 Mei 2026 | 4:53:00 PM WIB Last Updated 2026-05-14T08:53:45Z



MEDIAINDONESIA.ASIA, ACEH - Ketika banjir dan longsor menghantam Aceh Tamiang, tahun lalu, Hartati Musirun Mukmin tidak hanya kehilangan kenyamanan rumahnya. Perempuan itu juga nyaris kehilangan harapan untuk berangkat haji tahun ini.

Rumah warisan orang tuanya rusak berat diterjang air dan lumpur. Sebagian barang hanyut, dokumen penting ikut terdampak, sementara biaya memperbaiki rumah belum ia miliki hingga sekarang.

Di tengah kondisi itu, hari ini Hartati justru berdiri di Tanah Suci. Menatap Ka’bah dengan keyakinan yang tidak runtuh bersama rumahnya.

“Walau enggak ada rumah, saya lebih dekat sama Allah,” katanya pada tim Media Center Haji di Makkah, Selasa, 12 Mei 2026.

Semua Barang Habis Tersapu Banjir

Hartati masih mengingat bagaimana banjir datang begitu cepat ke rumahnya. “Kami enggak sempat lagi menyingkirkan barang. Air langsung naik deras,” ujarnya.

“Rumah saja dikasih warisan sama orangtua belum bisa saya perbaiki.”

Ia mendaftar haji bersama suaminya. Namun harapan menyempurnakan rukun Islam bersama kandas ketika sang suami meninggal dunia pada 2014.

Dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas, Hartati mengaku tidak pernah benar-benar yakin bisa menunaikan ibadah haji tahun ini. Namun di tengah kesulitan itu, anak-anaknya membantu mewujudkan impian sang ibu.

Anak sulungnya yang bekerja di Thailand mengirimkan uang. Anak kedua yang bekerja di perusahaan leasing ikut membantu, sementara anak ketiganya yang masih magang juga menyisihkan penghasilan.

Mereka bersama-sama menutupi kekurangan biaya haji sekitar Rp 17 juta. “Anak-anak saya bilang, ‘Yuk kita kumpul-kumpulan buat mama,” ujar Hartati.

 

Berserah Diri dan Percaya Pertolongan Allah

Baginya, keberangkatan ke Tanah Suci bukan semata hasil kerja keras keluarga, melainkan pertolongan Allah yang datang lewat banyak jalan.

“Karena panggilan Allah, saya bisa sampai kemari,” katanya.

Banjir yang menghantam rumahnya membuat sebagian dokumen penting rusak dan hilang. Situasi itu sempat membuat Hartati khawatir proses keberangkatannya terganggu.

Namun, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dan Imigrasi membantu pengurusan ulang dokumen yang diperlukan. “Alhamdulillah semua dibantu. Imigrasi langsung bantu buat paspor baru,” tuturnya.

Kini, saat kakinya menjejak di Tanah Suci, Hartati merasa lebih tenang dibanding sebelum musibah datang. Ia mengaku lebih banyak berserah diri dan mencoba melihat bencana sebagai jalan untuk mendekat pada Allah.

“Saya enggak tahu harus mengadu ke mana, saya mengadunya cuma sama Allah,” katanya.

Hartati percaya Allah menyimpan hikmah di balik kehilangan yang ia alami. “Saya yakin pulang dari sini saya dapat rezeki dari Allah,” ucapnya mantap.

Meski kehilangan banyak hal akibat bencana, Hartati tidak terdengar menyalahkan keadaan. Sepanjang percakapan, ia justru berkali-kali mengucap syukur.

“Allah itu Maha Kaya,” ujarnya.

Pada keluarga dan masyarakat di kampung, Hartati berpesan agar tetap menyisihkan rezeki untuk berhaji meski hidup sedang sulit.

“Apapun ceritanya, sisihkan uang untuk naik haji, ke Baitullah,” tandasnya.

Oleh : Ali

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " PT. MEDIA PERS INDONESIA " "