Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Berita hari ini, Informasi Untuk Masa Depan

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Pegawai Bea Cukai Lari Usai Diperiksa KPK Terkait Aliran Dana PT Blueray

Jumat, 08 Mei 2026 | 8:58:00 PM WIB Last Updated 2026-05-08T13:02:45Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, JAKARTA  - Seorang pegawai Direktorat Jenderal Bea Cukai terlihat berlari meninggalkan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (8/5/2026). Aksi itu dilakukan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK.

KPK tengah mendalami kasus dugaan korupsi pada instansi Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Pada hari ini, ada 4 orang dari pelbagai latar belakang yang dipanggil sebagai saksi.

“KPK menjadwalkan pemanggilan terhadap 4 saksi untuk pemeriksaan dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan bea dan cukai di DJBC,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Budi merinci, empat orang saksi dijadwalkan hadir hari ini adalah HS, HTT dan HA. Ketiganya berlatar karyawan swasta. Sedangkan AD adalah seorang PNS Bea Cukai.

“AD sudah memenuhi panggilan. Dia datang sekira pukul 10.07 WIB,” jawab Budi.

Kehadiran AD mematik perhatian awak media. Semula dia tidak mengaku saat dikonfirmasi perihal namanya. Hal itu terjadi pada siang hari, menjelang waktu salat Jumat.

“Bukan saya, bukan,” kata yang bersangkutan sambil berjalan dan menutupi wajahnya dengan map.

Sore hari, sosok yang sama kembali terlihat. Namun kali ini, bukan cuma menutupi wajah. Dia tiba-tiba ambil langkah seribu meninggalkan Gedung Merah Putih KPK tanpa menggubris panggilan awak media.

“Pak kenapa lari pak?,” tanya awak media sambil mengejar sosok pria tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara KPK, Budi Prasestyo mengatakan, AD diperiksa penyidik sebagai saksi terkait pengetahuannya soal PT Blueray (PT BR).

“AD diperiksa karena diduga dapat aliran uang dari PT BR,” jawab Budi.

Tidak diketahui alasan AD berlari dengan sangat cepat. Padahal yang ingin dipastikan oleh awak media, hanya melakukan konfirmasi, apakah benar dia adalah Ahmad Dedi.


Kasus Korupsi Bea Cukai

Sebagai informasi, pada 4 Februari 2026 KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan.

Dalam operasi tersebut, salah satu pihak yang diamankan adalah Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat Rizal.

Sehari kemudian, KPK menetapkan enam dari 17 orang yang diamankan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang tiruan di lingkungan Bea Cukai.

Mereka adalah Rizal (RZL) selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024-Januari 2026, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sisprian Subiaksono (SIS), serta Kepala Seksi Intelijen Bea Cukai Orlando Hamonangan (ORL).

Selain itu, KPK juga menetapkan pemilik Blueray Cargo John Field (JF), Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo Andri (AND), serta Manajer Operasional Blueray Cargo Dedy Kurniawan (DK) sebagai tersangka.

Pada 26 Februari 2026, KPK kembali menetapkan tersangka baru, yakni Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo (BBP).

Laporan : Mirna

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " PT. MEDIA PERS INDONESIA " "