Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Berita hari ini, Informasi Untuk Masa Depan

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Polisi Gerebek Rumah di Sleman, Temukan 11 Bayi yang Diduga Hasil Hubungan Luar Nikah

Selasa, 12 Mei 2026 | 3:20:00 PM WIB Last Updated 2026-05-12T07:20:23Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, SLEMAN - Sebuah rumah di Padukuhan Randu Wonokerso, Desa Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, DIY, digrebek pada Jumat (8/5). Di rumah ini, ditemukan 11 bayi.

Rumah tersebut diketahui merupakan rumah orang tua dari seorang bidan berinisial ORP. Dia praktik di Banyuraden, Kapanewon Gamping, Sleman. Sebanyak 11 bayi ini dititipkan oleh orang tuanya kepada bidan ORP.

Kasatreskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi mengatakan, evakuasi terhadap 11 bayi ini dilakukan usai ada laporan dari warga yang curiga adanya belasan bayi di dalam rumah. Kecurigaan ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian dan dilanjutkan dengan proses pengecekan dan evakuasi.

"11 bayi ini dievakuasi oleh Dinas Sosial. Tiga bayi kita rawat di RSUD (Sleman). Kemarin dua bayi diambil orang tuanya. Saat ini masih enam bayi yang dirawat di Dinas Sosial," kata Wiwit di Mapolresta Sleman, Senin (11/5).

Wiwit membeberkan tiga bayi yang dirawat di RSUD Sleman ini karena ada yang sakit jantung bawaan, hernia dan sakit kuning. Dua bayi yang sakit hernia dan sakit kuning ini kondisinya membaik usai mendapatkan perawatan di RSUD Sleman.


Hasil Hubungan Gelap

Dari hasil penyelidikan awal, 11 bayi ini merupakan anak dari hubungan di luar nikah. Mayoritas orang tuanya adalah mahasiswa dan pekerja. 

"Bayi ini memang mayoritas hasil hubungan di luar nikah. Orang tuanya ada yang mahasiswa ada yang bekerja. Semua bayi itu dilahirkan di bidan (di daerah Banyuraden, Gamping)," ucap Wiwit.

Bayi-bayi ini sudah dititipkan sejak lima bulan lalu  di rumah bidan di Banyuraden, Gamping. Karena di rumah bidan itu sedang ada kegiatan, maka kemudian dititipkan di rumah orang tua bidan di daerah Pakem.

"Rumah tersebut hanya sementara, baru satu minggu di sana. Di tempat yang di Gamping itu baru ada kegiatan kemudian digeser (dititipkan di Pakem)," ucapnya.

Laporan : Wati

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " PT. MEDIA PERS INDONESIA " "