MEDIAINDONESIA.ASIA, SEMARANG - AF (7), pelajar SD Bergas Lor, Kabupaten Semarang, meninggal dunia tertimpa patung saat sedang bermain di halaman belakang Museum Ronggowarsito, Jalan Abdul Rahman Saleh No. 1, Kali banteng Kidul, Kota Semarang, Jawa Tengah. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit tapi nyawanya tidak terselamatkan.
"Benar ada kejadian siswa meninggal dunia tertimpa patung. Kejadian Senin 11 Mei 2026 kemarin saat mengikuti tur wisata ke museum," kata Kepala Museum Ronggowarsito Semarang, Agung Nugroho, Rabu (13/5/2026).
Kejadian bermula saat SD Bergas Lor melakukan tur wisata dengan tujuan Museum Ronggowarsito Semarang. Sebelum kembali ke bus, korban bermain ke halaman belakang museum tepatnya di sekitar taman dekat patung petani berwana hitam.
"Anak itu terus naik-naik di sana, manjat, gandulan di situ. Tiba-tiba dia terjatuh bersama patungnya. Dan menimpa si anak tersebut. Itu patung petani hiasan taman," ungkapnya.
Melihat AF tertimpa patung, beberapa pegawai Museum Ronggowarsito langsung menolong dengan cara menggotong tubuh korban. Korban sempat dipangku neneknya dan masih dalam kondisi sadar. Bahkan, korban bisa diajak berkomunikasi.
"Korban ditolong dalam kondisi sadar, dan bisa diajak komunikasi," ujarnya.
Tetapi, korban tampak semakin lemas hingga dilarikan ke RS Colombia sekalian didaftarkan untuk diperiksa sampai dapat perawatan.
"Karena sudah dapat perawatan, teman-teman lalu kembali ke kantor," ungkapnya.
Kondisi Patung Lama Tak Tersentuh Perawatan
Keesokan harinya, AF dikabarkan meninggal dunia saat menjalani perawatan.
"Besok paginya dapat informasi anaknya meninggal. Dia meninggal di rumah sakit. Pada saat kejadian berdasarkan informasi memang kelihatan ada luka di pelipis karena terjatuh," ujarnya.
Pascakejadian, pihaknya memeriksa seluruh patung koleksi Museum Ronggowarsito untuk mengantisipasi peristiwa terulang kembali.
Untuk patung taman di halaman belakang museum, diakuinya memang tidak pernah diperbaiki, keropos karena sudah bertahun-tahun dipasang di lokasi tersebut.
"Hanya mungkin karena digelantungi maka tidak seimbang, posisi persisnya kami tidak tahu," akunya.
Pihaknya kini telah memindahkan patung-patung yang dianggap rawan roboh. Sejumlah patung ukuran besar juga diperiksa ulang untuk mengetahui kelayakan kondisinya.
"Kami juga evaluasi kondisi patung yang jadi aset museum dan tempat yang lain," ujarnya. Pendarahan di Hati
Kanit Reskrim Polsek Semarang Barat, AKP Suprapto mengatakan anak yang tertimpa patung awalnya sempat mengeluh sesak napas. Kemudian dilakukan perawatan di rumah sakit terdekat.
"Polsek sudah datangi TKP. Korban masih sempat merangkak keluar dari patung yang terjatuh dan korban mengalami luka lecet di bagian muka. Namun korban mengeluh sesak napas," kata dia.
Akibat kejadian itu korban ternyata mengalami pendarahan di hati dan dioperasi pada senin 11 Mei 2026 malam. Setelah menjalani perawatan, AF dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (12/5) pukul 07.50 WIB.
"Hasil foto rontgen terjadi pendarahan di hati. Sekira pukul 07.50 WIB korban dinyatakan meninggal," pungkasnya.
Laporan : Wati
Editor : Lisa
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini





