Notification

×

PSE

Iklan 1

Berita hari ini, Informasi Untuk Masa Depan

PDAM

Iklan

Translate

iklan kosong

Iklan tiga gambar

Ucapan Kaltara

Iklan1

.........

Translate

Motif Suami Gorok Istri di Makassar: Selingkuh dan Ekonomi

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:33:00 PM WIB Last Updated 2026-06-16T04:33:57Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, MAKASAR - Penyidik Polsek Tamalate mengungkap motif pembunuhan yang dilakukan pelaku berinisial SHM (21), yang tega membunuh istrinya, AN (24), di Jalan Manuruki VI, Makassar, Sulawesi Selatan. Aksi tersebut diduga dipicu persoalan asmara, perselingkuhan, hingga tekanan ekonomi.

"Jadi, motif pembunuhan ini adalah sakit hati. Menurut keterangan pelaku, ia sering mendapat kata-kata kasar dari istrinya. Bahkan, istrinya pernah mendapati ada bekas ciuman di leher pelaku," ungkap Kepala Unit Reskrim Polsek Tamalate Iptu Abdul Latif di Makassar, Selasa (16/6) dinihari, seperti dilansir Antara.

Dari hasil penyelidikan, pelaku diduga memiliki hubungan dengan perempuan lain setelah korban melihat bekas ciuman di lehernya. Temuan tersebut memicu kecurigaan dan pertengkaran antara keduanya.

"Istrinya curiga pelaku selingkuh. Dari situ mulai muncul pertengkaran. Karena di dalam kamar hanya ada mereka berdua, pelaku diduga gelap mata. Dia tidak menerima terus-menerus mendapat kata-kata kasar dari istrinya. Akhirnya gelap mata dan langsung mengeksekusi korban," tuturnya.

Berdasarkan pengakuan tersangka, ia menghabisi nyawa istrinya dengan menggorok leher korban menggunakan sebilah badik saat kejadian pada Minggu (14/6) sekitar pukul 20.30 WITA di Jalan Manuruki VI, Lorong 1, Kecamatan Tamalate, Makassar.

"Selain pelaku diamankan, barang bukti berupa pisau jenis badik juga telah disita," ujarnya.

Abdul Latif menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, sebelum kejadian keduanya terlibat pertengkaran hebat dan saling cekcok. Selain persoalan perempuan lain, masalah ekonomi juga menjadi pemicu konflik.

"Hasil interogasi menunjukkan pelaku bekerja di salah satu toko. Awalnya persoalan memang berkaitan dengan ekonomi. Istrinya sering menyuruh pelaku mencari pekerjaan dengan penghasilan lebih tinggi. Sementara korban merupakan ibu rumah tangga dan pernah bekerja di SPPG dapur MBG," katanya.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa tiga orang saksi. Kasus tersebut terungkap setelah polisi menerima laporan warga terkait penemuan mayat. Saat petugas mendatangi lokasi, ditemukan dugaan tindak pidana pembunuhan.

 


Alibi

Pelaku menggorok leher korban hingga tewas di tempat dengan luka menganga. Setelah kejadian, pelaku sempat mendatangi rumah orang tuanya dan mengaku telah membunuh istrinya usai bertengkar. Ia juga beralibi terluka akibat ditusuk korban.

Selanjutnya, pelaku pergi ke salah satu klinik di dekat Markas Brimob Jalan Sultan Alauddin dengan alasan hendak mengobati luka tersebut. Belakangan, keberadaannya diketahui sehingga tim Resmob Polda Sulsel bersama Unit Reskrim Polsek Tamalate bergerak menangkapnya. Namun, pelaku akhirnya menyerahkan diri.

"Jadi sempat seperti itu (beralasan terluka). Dia mengaku ditikam istrinya. Tetapi setelah dilakukan interogasi mendalam, akhirnya mengakui bahwa luka di badan atau perutnya merupakan rekayasa yang dibuat sendiri," ujarnya.

Mengenai kemungkinan adanya perencanaan dalam kasus tersebut, Abdul Latif menegaskan bahwa peristiwa itu bukan pembunuhan berencana. Badik yang digunakan pelaku diketahui tersimpan di lemari kamar kos mereka. Keduanya juga menghabiskan waktu bersama sejak pagi hingga sore sebelum kejadian.

"TKP itu di tempat tinggal mereka sendiri, yakni rumah kos. Mereka bersama dari pagi sampai sore sebelum kejadian. Saat peristiwa terjadi, rumah kos sedang sepi dan tidak ada orang lain. Saat ditemukan, korban sudah meninggal dunia," katanya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 458 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara hingga 20 tahun. Tersangka kini mendekam di sel tahanan Polsek Tamalate untuk menjalani proses hukum dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Laporan : Dirta

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " PT. MEDIA PERS INDONESIA " "