MEDIAINDONESIA.ASIA, KOTA BEKASI - Komisi II DPRD Kota Bekasi melakukan monitoring pematangan lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL), sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan ground breaking yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Juli 2026. Kamis (02/07/2026).
Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, mengatakan kegiatan monitoring tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Pemerintah Kota Bekasi bersama DPRD Kota Bekasi ke Tiongkok untuk meninjau fasilitas pengelolaan sampah menjadi energi listrik milik PT Wangneng Environmental.
Menurutnya, hasil kunjungan tersebut semakin menguatkan keyakinan bahwa teknologi yang dimiliki Wangneng sangat layak diterapkan di Kota Bekasi.
«"Hasil pemantauan kami bersama Pemerintah Kota Bekasi menunjukkan bahwa Wangneng sangat layak membangun fasilitas serupa di Kota Bekasi. Kami sangat terkesan dengan sistem dan teknologi pengelolaan sampah yang telah mereka terapkan di pabrik tersebut. Teknologi ini menjadi salah satu solusi nyata dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan," ujar Latu.»
Ia menegaskan, Komisi II DPRD Kota Bekasi berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan PSEL yang akan dikerjakan melalui kolaborasi Danantara dan Wangneng. Proyek tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi kondisi darurat sampah yang selama ini dihadapi Kota Bekasi.
"Kami mendukung penuh agar proyek strategis ini dapat berjalan sesuai rencana, sehingga permasalahan sampah di Kota Bekasi dapat terselesaikan secara berkelanjutan sekaligus menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
Latu menjelaskan, Pemerintah Kota Bekasi telah memenuhi kewajibannya dengan menyediakan lahan seluas 6,1 hektare sebagai lokasi pembangunan PSEL. Saat ini, proses pematangan lahan terus dilakukan guna memastikan seluruh persiapan selesai sebelum pelaksanaan ground breaking.
"Komisi II ingin memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai target. Berdasarkan hasil monitoring hari ini, kami optimistis proses pematangan lahan dapat diselesaikan tepat waktu sebelum pelaksanaan ground breaking," ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan ground breaking dikabarkan akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Karena itu, seluruh pihak terus melakukan koordinasi agar seluruh persiapan berjalan maksimal.
"Alhamdulillah, sampai hari ini progres pematangan lahan berjalan sesuai target. Kami optimistis seluruh pekerjaan dapat rampung sehingga pelaksanaan ground breaking pada 8 Juli nanti dapat berlangsung lancar," tambahnya.
Lebih lanjut, Latu berharap kehadiran PSEL di Kota Bekasi nantinya tidak hanya menjadi solusi atas persoalan sampah, tetapi juga menjadi warisan pembangunan (legacy) bagi masyarakat serta contoh bagi daerah lain di Indonesia.
"Kami berharap berdirinya PSEL di Kota Bekasi akan menjadi legacy sekaligus percontohan bagi kota dan kabupaten lain dalam mengelola sampah menjadi energi. Ini bukan hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi pengembangan industri hijau dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia," pungkasnya. ( ADV )
Editor : Riska
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini





