Notification

×

iklan 5 gambar

Iklan 1

Berita hari ini, Informasi Untuk Masa Depan

PDAM

Iklan

Translate

PSE

Iklan tiga gambar

Ucapan Kaltara

PELNI

Iklan1

.........

Translate

Gempa M 7,7 NTT Dipicu 611 Gempa Susulan, BMKG Sebut Aktivitas Belum Meluruh

Minggu, 16 Agustus 2026 | 9:25:00 AM WIB Last Updated 2026-08-16T01:25:33Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, NTT - Gempa susulan masih terus terjadi usai gempa Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT, Sabtu (15/8/2026) kemarin. Data Bada Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap, hingga Minggu (16/8/2026) pukul 02.00 WIB, tercatat terjadi total 611 gempa susulan. Dengan rincian antara lain: magnitudo terbesar M6,2 dan Magnitudo terkecil M1,9. Sementara magnitudo di atas M5 ada sebanyak 16 kali. Gempa susulan yang getarannya dirasakan masyarakat ada 30 kali.

Kepala BMKG Prof Ir Teuku Faisal Fathani mengatakan, aktivitas gempa susulan masih terus dipantau dari jam ke jam. Grafik aktivitasnya juga belum memperlihatkan penurunan.

Dalam keterangannya Fasisal mengungkapkan, aktivitas gempa susulan saat ini masih terkonsentrasi di bagian utara Pulau Flores.

"Utamanya berada di bagian utara dari Pulau Flores," katanya.

Faisal mengatakan, BMKG terus mencermati pola gempa susulan tersebut. Dari grafik yang dipantau, belum terlihat adanya peluruhan aktivitas.



"Dari jam ke jam kita amati hingga saat ini belum mengalami peluruhan," kata Faisal.

Kondisi tersebut bukan berarti gempa susulan akan terus terjadi dengan kekuatan yang sama. Menurut Faisal, secara umum aktivitas gempa susulan membutuhkan waktu untuk berangsur-angsur menurun.

"Umumnya peluruhan akan terjadi 2 sampai 3 minggu, seperti gempa di Maluku Utara yang baru-baru ini terjadi," katanya.

Karena itu, warga diminta tidak lengah. Terutama mereka yang berada di sekitar bangunan yang sudah mengalami kerusakan akibat gempa utama. BMKG justru mengkhawatirkan gempa susulan yang kekuatannya lebih kecil dapat memperparah kondisi bangunan yang sebelumnya sudah rusak.

"Kita khawatirkan dengan gempa yang lebih rendah magnitudonya, ini dapat mengalami kerusakan yang lebih parah," kata Faisal.

Laporan : Wulan

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " PT. MEDIA PERS INDONESIA " "