MEDIAINDONESIA.ASIA, SULSEL - Sejumlah video yang memperlihatkan ambulans menabrak bocah saat melintas di tengah karnaval dalam rangka perayaan HUT ke-81 RI di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, viral di berbagai platform media sosial.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Sawitto, Kecamatan Watang Sawitto, Rabu (12/8/2026). Saat itu, Ambulans milik RSUD Madising tersebut dalam keadaan energensi karena membawa pasien ibu hamil menuju RSUD Lasinrang untuk mendapatkan penanganan medis.
Dalam video yang diterima awak media, ambulans tersebut diketahui melintas setelah akses jalan dibuka petugas. Tiba-tiba, seorang bocah berinisial GBR (10) menyeberang dan tertabrak hingga terpental beberapa meter.
Sejumlah orang yang berjaga di lokasi langsung menghentikan ambulans tersebut. Sopir memilih melanjutkan perjalanan karena harus segera membawa pasien ke rumah sakit. Salah seorang anggota Satpol PP yang berjaga sempat memukul sopir saat ambulans hendak melanjutkan perjalanan.
Pengemudi ambulans, Taufik Amir alias Ollas mengatakan dirinya membawa pasien dengan kondisi gawat janin dari RSUD Madising menuju RSUD Lasinrang. Dia mengaku harus segera tiba di rumah sakit agar pasien mendapat penanganan medis.
"Saya sedang membawa pasien gawat janin dan memang perlu secepatnya untuk ditangani," kata Ollas, Kamis (13/8/2026).
Ollas mengatakan ambulans baru melintas setelah polisi membuka akses jalan. Saat itu, seorang bocah tiba-tiba menyeberang hingga tertabrak ambulans.
"Tadi pas dibuka jalan oleh polisi ternyata langsung ada ini anak menyeberang," ujarnya.
Setelah kejadian, Ollas sempat hendak turun dari ambulans untuk melihat kondisi korban. Namun, dia kemudian memilih melanjutkan perjalanan karena pasien yang dibawanya membutuhkan penanganan segera.
"Saya sempat mau keluar dari mobil, cuma ada yang tahan pintu mobil. Dia suruh jalan. Banyak bertanya, saya bilang ini pasien gawat janin dan memang perlu secepatnya ditangani," katanya.
Laporan : Dirta
Editor : Lisa
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini





