Notification

×

iklan 5 gambar

Iklan 1

Berita hari ini, Informasi Untuk Masa Depan

PDAM

Iklan

Translate

PSE

Iklan tiga gambar

Ucapan Kaltara

Suara anda

Iklan1

.........

Translate

Santri Makassar Temukan Celah Keamanan Kritis Sistem NASA

Kamis, 17 September 2026 | 8:26:00 AM WIB Last Updated 2026-09-17T00:26:08Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, MAKASSAR - Baru sekitar empat bulan belajar cybersecurity secara otodidak, Muhammad Al Hindawi sudah mampu menemukan celah keamanan kritis pada sistem milik NASA. Santri Pondok Pesantren Al Imam Ashim, Makassar, itu juga menemukan kerentanan serupa pada sistem University of Melbourne, Australia.

Al Hindawi menemukan dua celah keamanan kritis berjenis SQL Injection pada sistem NASA dan satu celah pada sistem University of Melbourne.

Temuan tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi. Al Hindawi melaporkannya melalui program resmi Vulnerability Disclosure Program (VDP) di platform Bugcrowd. Laporan itu kemudian divalidasi oleh tim keamanan siber NASA dan University of Melbourne.



"Saat melakukan pemetaan (recon), awal mulanya saya menggunakan Subfinder untuk mengumpulkan subdomain," ujar Al Hindawi, Selasa (15/9/2026).

Tak berhenti sampai disitu, Subdomain yang ditemukan oleh Al Himdawi itu kemudian diperiksa menggunakan httpx untuk melihat status response code.

 "Lalu mengecek status response code-nya menggunakan httpx," katanya.

Dari hasil pemetaan tersebut, santri yang masih duduk di bangku kelas XII itu mulai mencari sistem yang memiliki kerentanan.

"Dari sana, baru saya cari sistem yang rentan terkena SQL injection," lanjutnya.

Kemampuan itu ia pelajari secara mandiri. Selain mengikuti berbagai tutorial di YouTube, Al Hindawi membaca laporan riset keamanan siber yang dipublikasikan peneliti lain di Bugcrowd.

Menariknya, sebelum menemukan celah pada sistem NASA dan University of Melbourne, ia lebih dulu menguji kemampuannya pada sistem milik pesantren tempatnya belajar.

Atas laporan yang disampaikan melalui jalur resmi, NASA memberikan Letter of Recognition (LOR) kepada Al Hindawi. Sementara University of Melbourne mengonfirmasi validasi temuannya melalui tim Cyber Operations.

Laporan : Dirta

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini 

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " PT. MEDIA PERS INDONESIA " "