Lampung Tengah, Gunung Sugih - Upacara Peringatan hari lahir Pancasila pemerintah Kab Lampung Tengah di lapangan Merdeka Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah(02/06/2025). dengan tema "Memperkokoh ideologi Pacasila Menuju Indonesia Raya".
Upacara peringatan hari lahir Pancasila 2025 bertindak selaku inspektur upacara Bupati Lampung Tengah Dr. Ardito Wijaya M KM.
Dalam konteks pembangunan Nasional, Pemerintah menetapkan Asta Cita sbagai agenda prioritas menuju Indonedia Emas.
Peringatan Hari Lahir Pancasila dengan Tema "Memperkokoh ideologi Pancasila menuju Indonesia Raya"
Selaku Komandan upacara Kapten Inf Triyuli P Danramil 411-14.
Turut hadir Wakil Bupati
Lampung tengah l.Komang Koheri .SE ketua
DPRD ,Febriyantoni SE.MM.
-Dandim 0411/KM diwakili Pabung Lamteng Mayor Inf Agus Waluyo
-Kapolres lamteng di wakili Kabag OPS AKP Dedi Kurniawan, S.Pd
-Kajari Lamteng diwakili kasi pidum Surya Bakara
-Danyon Brimob Gunung Sugih AKBP Ramadhona
Pjs Sekda Drs Rusmadi
-Para Asisten & Staf Ahli dan ASN Kab Lampung Tengah.
Amanat, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, diantaranya :
Memperkokoh ideologi Pancasila menuju Indonesia Raya" Tema ini mengandung makna, pentingnya Memperkuat Pondasi Ideologi Bangsa Indonesia, yakni Pancasila, di tengah zaman yang penuh tantangan global dan perbedaan pendapat.
Dalam konteks pembangunan Nasional saat ini, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu yang paling fundamental dalam Asta Cita tersebut adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi dan Hak Asasi Manusia.
Kemajuan ekonomi tanpa pondasi nilai-nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral Pancasila bisa menjerumuskan bangsa pada dehumanisasi.
Memperkokoh ideologi Pancasila berarti menegaskan kembali bahwa pembangunan bangsa harus selalu berakar pada Nilai-nilai ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan sosial. Dalam era globalisasi dan digitalisasi yang semakin kompleks, tantangan terhadap Pancasila pun semakin nyata. Kita menyaksikan penyebaran Faham-faham Ekstremisme, Radikalisme, intoleransi, hingga disinformasi yang mengancam kohesi sosial kita.
Oleh karena itu, melalui Asta Cita, kita dipanggil untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam segala dimensi kehidupan dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang-ruang digital.
Dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila ke setiap sendi kehidupan, masyarakat Indonesia bisa menghadapi terjangan rintangan yang menghadang. Tema ini juga sekaligus mengusung pesan untuk bersama-sama mengingat kembali falsafah bangsa dan menggunakannya untuk memajukan Indonesia tercinta.
Pewarta: S.Martha.