MEDIAINDONESIA.ASIA, NAMLEA - Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Buru memicu penurunan debit air pada sumur-sumur penampungan milik PDAM. Kondisi ini berdampak langsung pada terganggunya pasokan air bersih ke rumah-rumah pelanggan di wilayah Kota Namlea dan sekitarnya.
Pjs. Direktur PDAM Kabupaten Buru, Abdul Rahim, menanggapi keluhan pelanggan mengungkapkan bahwa gangguan distribusi ini dipicu oleh tidak maksimalnya kinerja mesin pompa akibat menyusutnya volume air baku sejak hampir satu bulan terakhir.
"Penurunan debit air ini sudah terjadi sekitar satu bulan. Akibatnya, mesin pompa besar tidak bisa beroperasi secara optimal untuk menyedot dan menyalurkan air ke pelanggan," ujar Abdul Rahim saat memberikan keterangan resmi di ruang kerjanya, Kamis (30/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia turut didampingi Kepala Bagian Keuangan PDAM Kabupaten Buru, Marjan Waikabu.
Abdul Rahim menjelaskan, pasokan air bersih untuk masyarakat Kota Namlea selama ini bertumpu pada empat titik sumur utama (Sumur 1, 2, 3, dan 4) yang tersebar di dua lokasi strategis, yakni Desa Lala dan Desa Karang Jaya.
Saat ini, skema pengoperasian mengandalkan Pompa 11 dan satu unit pompa berukuran lebih kecil (ukuran 5). Namun, debit air yang sangat terbatas membuat Pompa 11—yang berkapasitas besar—tidak dapat difungsikan secara maksimal.
Menghadapi krisis air ini, manajemen PDAM Kabupaten Buru berencana membangun koordinasi intensif dengan pemerintah daerah untuk menyampaikannya secara langsung kepada Bupati Buru guna meminta dukungan solusi penanganan.
Di tingkat operasional, PDAM memperketat pengawasan teknis di lapangan. Petugas dikerahkan untuk memantau dan mengatur pintu-pintu air secara berkala guna memastikan pembagian air tetap berjalan merata meskipun dengan kapasitas terbatas.
"Petugas kami terus bersiaga di lapangan untuk mengatur sistem distribusi pintu air. Saya pribadi juga turun langsung secara rutin untuk mengontrol kondisi teknis di lokasi," tegas Abdul Rahim.
Ia berjanji pihak PDAM akan terus mengupayakan langkah-langkah teknis terbaik agar aliran air bersih ke rumah warga dapat kembali normal, sekaligus menjaga stabilitas pendapatan perusahaan.
Laporan : La Musa
Editor : Lisa
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini





