MEDIAINDONESIA.ASIA, NAMLEA - PT PLN (Persero) ULPLTD Namlea resmi menggelar penyaluran perdana bahan bakar Biosolar B50 pada Kamis (30/7/2026). Langkah ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan energi dan penggunaan energi ramah lingkungan di wilayah Maluku, yang berada di bawah operasional UPK Maluku dan UIK Dwipantara.
Penerapan bahan bakar nabati ini mengacu pada Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 tentang Penerapan Biosolar B50 yang telah ditujukan kepada PT Pertamina (Persero) FT Namlea.
Pada penyaluran perdana ini, sebanyak 78 kiloliter (KL) Biosolar B50 diangkut dari FT Namlea menuju lokasi pemuatan (unloading) ULPLTD Namlea. Pengiriman dilakukan oleh armada transportir PT Persada Burindo Utama, dengan rincian pasokan 30 KL untuk Site Nametek dan 48 KL untuk Site Lala.
Manager PT PLN (Persero) ULPLTD Namlea Kabupaten Buru, Muhamat Eko Sunarto, S.T., menyatakan bahwa transisi dari B40 ke B50 menjadi wujud nyata PLN dalam melepaskan ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus menekan emisi karbon secara signifikan.
"Dengan beralih dari B40 ke B50, kami tidak hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga memastikan keandalan pasokan listrik di Kabupaten Buru tetap optimal dengan bahan bakar yang berkelanjutan. Kami berharap langkah ini dapat meningkatkan efisiensi operasional pembangkit," kata Muhamat Eko Sunarto.
Selain memperkuat bauran energi nasional, penggunaan B50 pada pembangkit listrik diproyeksikan mampu mengoptimalkan efisiensi biaya operasional.
Pasca-penyaluran perdana ini, ULPLTD Namlea menargetkan penggunaan Biosolar B50 secara penuh pada mesin-mesin pembangkit di kedua site tersebut mulai awal Agustus 2026.
Laporan : La Musa
Editor : Lisa
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini


