Tangerang, MEDIAINDONESIA.asia - Aliansi Pemerhati dan Pengawasan Pembangunan Kota (AP3K) menyoroti maraknya aksi pencurian kabel bawah tanah PLN yang terjadi di wilayah Kota Tangerang. Fenomena ini muncul di tengah pelaksanaan program penataan dan relokasi kabel udara menjadi kabel bawah tanah yang sedang gencar dilakukan Pemerintah Kota Tangerang bersama PLN.
Erik dari AP3K menegaskan, " bahwa lemahnya pengawasan di lokasi proyek membuka celah terjadinya pencurian, yang pada akhirnya dapat merugikan masyarakat maupun menghambat pembangunan. Warga menemukan gulungan kabel proyek dengan ukuran besar dibiarkan tanpa pengamanan. Kondisi ini jelas rawan dan bisa menjadi sasaran pelaku kejahatan ”, ujarnya.
AP3K menilai pencurian kabel tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga berdampak pada potensi gangguan kelistrikan dan keterlambatan proyek vital di Kota Tangerang. Oleh karena itu, pihak PLN dan aparat penegak hukum diminta segera mengambil langkah konkret.
“ Kami mendorong pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan meningkatkan patroli di kawasan proyek. PLN juga perlu memastikan adanya pengamanan ketat terhadap aset negara yang bernilai tinggi ini. Jangan sampai kelemahan pengawasan berulang dan merugikan publik ”, tambah Erik ( Tim Pengawas AP3K ).
Selain itu, AP3K mengapresiasi langkah warga dan perangkat RT/RW yang telah berinisiatif meningkatkan ronda malam sebagai bentuk kepedulian menjaga keamanan lingkungan. Namun, AP3K menegaskan bahwa tanggung jawab utama tetap berada pada pihak pemilik proyek dan aparat penegak hukum.
AP3K berharap dengan adanya penanganan serius, kasus pencurian kabel bawah tanah tidak lagi terulang, sehingga program strategis penataan utilitas di Kota Tangerang dapat berjalan lancar sesuai harapan masyarakat.
-Aliansi Pemerhati dan Pengawasan Pembangunan Kota (AP3K)
( Soleh** Kabiro Tangerang