Notification

×

Iklan

Translate

Iklan

Translate

5 Desa di Warungkiara Sukabumi Terisolasi Akibat Longsor dan Jembatan Ambruk

Selasa, 16 Desember 2025 | 11:00:00 AM WIB Last Updated 2025-12-16T03:00:00Z

 


JAWA  BARAT, MEDIAINDONESIA.asiaLongsor dan jembatan ambruk melanda Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (14/12) hingga Senin (15/12/2025). Setidaknya lima desa di Warungkiara kini dilaporkan terisolasi karena akses utama terputus.


Satgas BPBD Kabupaten Sukabumi, Beki Supriatna menyampaikan,
 longsor Sukabumi ini terjadi di Desa Sirnajaya pada Senin dini hari, menutup akses jalan utama yang menghubungkan beberapa desa.

"Mungkin karena kemarin Minggu hujan yang sangat lebat dari pagi hingga pagi ini pun hujan masih turun sehingga mengakibatkan longsor terjadi di Desa Sirnajaya dini hari tadi jam 03.00 yang menutup akses jalan menuju dari Warungkiara menuju Desa Sirnajaya, Hegarmanah, dan juga Bantarkalong," jelas Beki, Senin (15/12/2025).

​Beki menambahkan, BPBD mencatat longsor juga terjadi di titik lain, seperti di dekat Leuwi Lalay, Desa Bantarkalong, menambah daftar ruas jalan yang terblokir. Kondisi ini diperparah dengan ambruknya infrastruktur vital.

​"Untuk warga Desa Sirnajaya, akses utama terputus. Memang ada akses alternatif lewat Pasapen ke Bantargadung, tapi informasinya jembatannya masih dalam perbaikan," tambah Beki, menyoroti sulitnya akses alternatif bagi warga yang terisolir.

​Lima Desa Terdampak Parah

​Camat Warungkiara, Toni Sugiarto, mengonfirmasi bahwa wilayahnya mengalami dampak yang sangat signifikan, dengan total lima titik bencana utama yang mengisolasi beberapa desa.

​"Di sini di wilayah Kecamatan Warungkiara ini ada lima titik yang terkena bencana, salah satunya yang urgent adalah ini, yang menghubungkan Desa Tarisi, Hegarmanah, terus lagi Bojong Kalong, Bantar Kalong," ujar Toni Sugiarto, Camat Warungkiara.

​Kelima desa yang aksesnya terdampak parah dan terisolir tersebut meliputi Desa Sirnajaya, Tarisi, Hegarmanah, Bojong Kalong, dan Bantarkalong. 

Meskipun demikian, Toni memastikan tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini, namun bencana ini menyebabkan kegiatan arus mudik tersendat.

​Data rinci dari Laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi menyebutkan dampak spesifik di Kecamatan Warungkiara, diantaranya Longsor di Kampung Lio Cilandak, Desa Sirnajaya, menutupi akses jalan kabupaten (panjang 25 m, tinggi 2 m, lebar 8 m).

​Longsor di Kampung Cigadog, Desa Bantarkalong, menutup jalan kabupaten di samping Jembatan Cimandiri Leuwi Lalay.

Jembatan Cikolomeran penghubung Desa Hegarmanah-Bantarkalong ambruk.​ Jalan Desa di Kampung Bojonghaur amblas setinggi 1 meter.

​Banjir bandang di Desa Mekarjaya menghancurkan fasilitas pertanian seluas sekitar 2 hektare.

Penanganan dan Imbauan Kewaspadaan

​Pihak Kecamatan dan BPBD telah berkoordinasi untuk segera membuka akses jalan yang tertutup.

​"Alhamdulillah untuk alat berat sedang dikomunikasikan dengan pimpinan pondok pesantren Assalam, Alhamdulillah alat berat tersebut lagi meluncur dalam perjalanan ke lokasi," kata Toni Sugiarto mengenai upaya penanganan.

​Toni juga mengimbau masyarakat Warungkiara yang berjumlah sekitar 65.000 jiwa untuk meningkatkan kewaspadaan. 

"Kita harus hati-hati dikala melewati jalan-jalan yang terindikasi bencana longsor," sambung dia.

Laporan : Wati

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update