JAKARTA, MEDIAINDONESIA.asia - Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni menyampaikan apresiasi kepada publik, khususnya warganet Indonesia, atas meluasnya dukungan gerakan #SaveTessoNilo, yang dilansir dari www.kehutanan.go.id. dalam siaran persnya.
Gelombang gerakan solidaritas ini disebut energi penting dalam upaya memperbaiki dan memelihara habitat Taman Nasional Tesso Nilo yang menjadi salah satu benteng terakhir bagi gajah Sumatera.
Dukungan dari masyrakat di berbagai platform digital telah memperkuat pemerintah untuk berkomitmen mempercepat proses rehabilitasi kawasan tersebut.
"Perlindungan Tesso Nilo bukan hanya tugas pemerintahan, tetapi penyelamatan bersama yang berhubungan dengan kepedulian masyrakat, baik lokal, dan berbagai pemangku kepentingan," ujar Raja Juli, dilansir Liputan6.com dari laman resmi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) www.kehutanan.go.id, Rabu (3/12/2025).
"5-6 bulan terakhir kami telah bekerja keras mengambil alih Tesso Nilo untuk perbaiki habitatnya. Alhamdulillah dari kejadian terakhir (penghancuran posko pengamanan), dukungan dan simpati publik terutama medsos, #SaveTessoNilo membuat kami tambah yakin dan tambah semangat mengamankan habitat Gajah Domang dan saudara-saudaranya," sambung dia.
Dari perkataan tersebut Raja Juli menjelaskan, momentum dukungan dari publik itu menjadi bukti bahwa isu lingkungan menjadi kesadaran dekatnya dengan generasi digital.
Para netizen ingin menunjukkan bahwa masyarakat indonesia itu memiliki rasa empati dan juga keinginan menjaga kelestarian satwa yang dilindungi dan kawan konservasi.
Masyarakat Indonesia mendapatkan apresiasi yang mendalam atas dukungan nya untuk Taman Nasional Tesso Nilo, dan Raja Juli mengajak masyarakat untuk terus-menerus mengawal keberlanjutan Tesso Nilo.
Langkah penyelamatan Tesso Nilo tidak berhenti pada penegakan hukum, tetapi berlanjut pada aksi nyata pemulihan ekosistem.
Kemenhut telah menyusun peta jalan restorasi yang terukur untuk memastikan Gajah Sumatera ini kembali aman dan nyaman.
Raja Antoni mengatakan, Wamenhut Rohmat Marzuki yang telah merestorasi berfokus dengan luasan 31 ribu hektare, angka ini merupakan target jangka pendek hingga menengah yang harus segera di eksekusi.
"Proses langkah awal restorasi dengan penanaman kembali perbaikan lahan sudah dimulai sejak beberapa pekan lalu. Langkah ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak menganggu waktu lama untuk bertindak," terang Raja Juli.
Menurut dia, nantinya akan berkembang luasannya menjadi 80 ribu hektare di Taman Nasional Tesso, guna memastikan keluasan tempat Gajah Sumatera menjadikan lebih aman dan nyamannya tempat untuk mereka berlindung dari gangguan.
"Saya juga insya Allah sudah ada komitmen 7 ribuan hectare lagi yang akan ditanam. Insya Allah di areal 31 ribu ini dulu yang kita restorasi jadi fokus utama, nanti pelan-pelan bisa ke 80 ribu hektare Taman Nasional seperti yang ada di SK terakhir," kata Raja Juli.
Laporan : Bertus
Editor : Andi Purba




