JAKARTA, MEDIAINDONESIA.asia - Pemilik Wedding Organizer (WO) Ayu Puspita ditangkap usai diduga telah melakukan penipuan terhadap ratusan calon pengantin. Mirisnya, modus pelayanan jasa pernikahan itu yakni menghilang tidak hanya saat pertengahan persiapan acara, namun usai pelunasan pembayaran dari korban.
Kasus ini pun telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/2334/XII/2025/Resju/PMJ, pada Sabtu, 6 Desember 2025. Sementara di Polres Jakarta Utara tercatat ada 87 orang yang mengadukan dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan WO PT Ayu Puspita Sejahtera ini.
Pihak kepolisian mengamankan lima orang yang menjadi terlapor. Mereka adalah APD, HE, BDP, DHP, dan RR.
"Saat ini kami mengamankan lima terlapor dan mereka semua statusnya masih saksi dalam pemeriksaan kasus ini," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno Gradiarso Sukahar di Jakarta, Senin (8/12/2025). Dilansir Antara.
Onkoseno mengulas cerita pelapor berinisial SOG, yang menjadi korban WO Ayu Puspita. Mahasiswa yang akan melangsungkan pernikahan itu telah melunasi biaya resepsi Rp 82.740.000 ke rekening yang sudah disepakati.
Hanya saja, ketika resepsi berlangsung pihak WO Ayu Puspita tidak menyiapkan fasilitas sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Hingga akhirnya, acara yang diniatkan digelar dengan suka cita malah berbuntut kekecewaan.
"Mereka juga tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut," kata dia.
Periksa Saksi-Saksi
SOG membuat laporan adanya tindak pidana penipuan atau penggelapan dengan pelanggaran Pasal 378 atau Pasal 372 KUHP. Sejumlah bukti pun dibawa untuk memperkuat pengusutan kasus, mulai dari bukti transfer pembayaran jasa WO antara korban dengan pelaku, print out hasil chat WhatssApp, data katering, hingga panduan acara pernikahan.
Saat ini, kata Onkoseno, petugas sudah melakukan pengamanan terhadap pelapor serta melakukan pemeriksaan saksi-saksi.
"Kami melengkapi proses penyelidikan dan menggelar gelar perkara terhadap kasus ini," ujarnya.
Kanit Reskrim Polsek Cipayung Iptu Edy Handoko menjelaskan kronologi peristiwa penggerebekan yang beredar di media sosial. Menurut informasi yang diterimanya dari petugas piket, penggerebekan terhadap pemilik WO berlangsung pada Minggu (7/12/2025) sore.
Para korban yang merasa dirugikan datang beramai-ramai ke lokasi kejadian dan mengamankan pelaku lalu dibawa ke Polsek Cipayung.
"Minggu sore digerebek banyak orang. Terus dibawa ke Polda langsung. Saya sempat tanya ke piket, apakah penggerebekan dilakukan Polsek, tapi ternyata bukan dari kami," kata Edy saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (8/12/2025).
Polsek Cipayung juga tidak melakukan pendampingan saat Ayu dibawa ke Polda Metro Jaya. Karena korban yang datang ke Polsek jumlahnya cukup banyak dan laporan mereka sudah ditangani di tingkat Polda. Dari Polsek Cipayung, korban membawa Ayu ke Polda Metro Jaya.
"Dari Polsek tidak mendampingi karena posisi korban itu ada 20 orang. Mereka bilang, 'Pak, saya bawa aja'. Ya sudah, diarahkan langsung ke Polda. Karena LP-nya juga sudah dibuat di sana," ujar Edy.
Korban di Berbagai Daerah
Edy menyebut, di wilayah Polsek Cipayung sendiri belum ada laporan resmi terkait penipuan WO Ayu Puspita.
"Korbannya banyak, ada yang dari Cileungsi, Bogor, Cimanggis, Bekasi, dan ada juga yang datang ke sini (Polsek Cipayung). Karena sudah ada laporan di Polda, korban-korban itu langsung diarahkan ke Polda Metro," ucapnya.
Berdasarkan keterangan sementara dari sejumlah korban, dugaan penipuan terjadi karena pelaku tidak memenuhi janji layanan saat hari pelaksanaan acara.
Banyak korban yang mengaku WO tersebut tidak muncul pada saat hari H, meski pembayaran telah dilakukan. "Menurut korban-korban yang ditipu, saat sudah mau pelaksanaan, orangnya tidak ada. Itu yang menjadi dasar laporan-laporan yang masuk," ucap Edy.
Oleh karena itu, dengan semakin banyaknya aduan dari berbagai wilayah, penanganan kasus kini difokuskan di Polda Metro Jaya.
Polsek Cipayung tetap membuka pintu bagi warga yang hendak melapor apabila kerugiannya terjadi di wilayah hukum mereka.
"Kami tetap siap menerima laporan. Namun untuk sementara korban-korban sudah diarahkan ke Polda karena penanganannya terpusat di sana," ujarnya.
Laporan : Mirna
Editor : Lisa


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5436404/original/004639400_1765171101-pemlik_WO_digerebek.jpeg)