Notification

×

Iklan

Translate

Iklan

Translate

Dinas Lingkungan Hidup Tulungagung Tingkatkan Penanganan Lonjakan Sampah Saat Libur Nataru

Minggu, 04 Januari 2026 | 10:30:00 AM WIB Last Updated 2026-01-04T02:30:00Z

 

JAWA TIMUR, MEDIAINDONESIA.asiaDinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim) meningkatkan penanganan pengelolaan sampah menyusul naiknya volume sampah selama delapan hari libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Tulungagung Yudha Yanuar Hadi mengatakan, DLH mengoptimalkan pengangkutan dan pengolahan sampah karena terjadi kenaikan volume sekitar lima persen dibandingkan hari normal.

"Selama libur Nataru, produksi sampah meningkat menjadi sekitar 127 hingga 130 ton per hari," ujar Yudha  Minggu (4/1/2026).


Dia mengatakan, dengan peningkatan tersebut, total sampah yang dihasilkan selama delapan hari libur Nataru diperkirakan menembus lebih dari 1.100 ton.

Yudha menjelaskan, peningkatan volume sampah terutama terjadi di kawasan perkotaan yang menjadi wilayah layanan rutin armada pengangkut sampah DLH.

"Sampah didominasi sisa aktivitas kafe dan restoran yang tetap beroperasi selama libur panjang," ucap Yudha.

Namun demikian, ia menyebut potensi produksi sampah sebenarnya bisa lebih tinggi dari angka yang tercatat. Hal itu, kata Yudha, karena masih banyak lokasi wisata alam dan sentra kuliner yang belum terjangkau layanan pengangkutan sampah DLH.

"Data ini berasal dari wilayah yang terlayani armada kami. Kalau seluruh destinasi wisata alam dan kuliner menggunakan layanan pengangkutan DLH, jumlahnya kemungkinan lebih besar," terang dia.

Yudha menambahkan, sejumlah destinasi wisata alam tetap membuang sampah secara mandiri ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Segawe, salah satunya Pantai Gemah.

"Selama libur Nataru, volume sampah dari kawasan tersebut juga terpantau meningkat. Biasanya, pengelola Pantai Gemah mengirim sampah ke TPA Segawe satu kali dalam sepekan dengan volume sekitar dua ton," terang dia.

Namun selama libur Nataru, lanjut Yudha, pengiriman dilakukan setiap tiga hari sekali dengan muatan mencapai dua hingga 2,5 ton per ritase.

"Sampah dari Pantai Gemah langsung dibuang ke TPA Segawe dan retribusinya masuk ke pengelolaan TPA," pungkas Yudha.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mencatat timbulan sampah sisa perayaan Malam Tahun Baru 2026 mencapai 415 meter kubik atau setara 91,41 ton. Angka ini disebut menurun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 132 ton.

Liputan : Int

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update