Notification

×

Iklan

Translate

Iklan

Translate

Guru di Sikka NTT Jatuh Pingsan usai Ditegur Bupati karena Merokok Saat Dialog

Minggu, 18 Januari 2026 | 10:53:00 AM WIB Last Updated 2026-01-18T02:53:28Z

MEDIAINDONESIA.asia, NTTSebuah pertemuan resmi di Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (16/1/2026) berubah panas.

Wakil Kepala Sekolah SDN Hamar Avelinus Nong dilaporkan tak sadarkan diri hingga harus mendapatkan tindakan medis akibat tekanan verbal yang diterimanya dari Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago.

Kejadian itu berawal saat rapat koordinasi antara para kepala sekolah dengan Bupati Sikka. Dalam sesi dialog, Avelinus menyampaikan kekhawatiran pihak sekolah terkait pengukuran lahan SDN Hamar oleh pihak desa untuk pembangunan Koperasi Merah Putih.

Ia menilai tindakan tersebut dilakukan sepihak dan berisiko menggusur fasilitas sekolah serta rumah dinas guru. Avelinus menjelaskan tujuannya adalah memberikan informasi akurat kepada Dinas PKO. Namun, respons yang didapat justru berbanding terbalik dengan harapan solusi.

"Saya hanya meminta solusi Pak Bupati, kerena di lokasi yang diukur tersebut ada teman guru yang tinggal dan dijadikan mes guru, kalau diukur lalu dibangun Kopdes maka teman guru tinggal dimana,” tutur Avelinus, Jumat (17/1/2026).


Ketegangan memuncak saat Bupati justru menyoroti tindakan Avelinus yang kedapatan merokok di tengah sesi dialog. Meski Avelinus mengaku hal itu dilakukan tanpa niat tidak menghormati, ia tetap dipanggil ke depan forum dan menerima teguran keras.

Avelinus pun menjadi sasaran amarah di hadapan ratusan sejawatnya. Ia merasa kata-kata yang dilontarkan sang kepala daerah sangat merendahkan martabatnya sebagai pendidik.

"Beliau mengatakan etika saya bejat dan tidak pantas jadi Plt kepala sekolah, beliau juga menyebut saya pantas dicegat di jalan (skak) dan masih banyak lagi kata-kata hinaan yang saya terima,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Ucapan bupati itu membuatnya merasa sangat terpuruk. Akibat tekanan mental yang hebat dan rasa malu yang mendalam, Avelinus tiba-tiba ambruk di hadapan peserta rapat.

Ia pingsan dan terjatuh hingga mengalami luka robek serius di bagian bibir. Ia kemudian dilarikan ke RSUD TC Hillers Maumere.

Berdasarkan pemeriksaan medis, luka di bibirnya memerlukan lima jahitan. Namun, yang lebih menyakitkan bagi Avelinus adalah sikap Bupati saat dirinya tersungkur. Ia mengklaim tidak ada empati yang ditunjukkankepadanya.

“Saya saat itu merasa seperti bukan manusia lagi. Bahkan saat saya mulai sadar sedikit setelah pingsan, Bupati hanya berteriak menyuruh saya bangun untuk berobat karena kegiatan masih lanjut, tanpa ada niat menolong,” kenang Avelinus.

Dampak Psikologis Mendalam

Angelina Nurak, Kepala Sekolah SDK Kloangpopot sekaligus adik korban, yang mendampingi Avelinus ke rumah sakit, menggambarkan suasana rapat saat itu sangat mencekam hingga membuat guru-guru lain ikut merasa tertekan.

Angelina menuturkan bahwa sang kakak kini berada dalam kondisi mental yang sangat rapuh.

”Setelah sadar, Kakak bilang kepada saya: ‘Saya jatuh bukan karena kecapaian, tapi karena malu yang luar biasa. Saya merasa lebih hina dari binatang. Untuk apa lagi saya hidup?’” ujar Angelina sembari menahan tangis.

Keluarga besar Avelinus kini merasa sangat terpukul. Bagi mereka, harga diri Avelinus sebagai manusia dan pengabdi di dunia pendidikan telah hancur.

Penjelasan Pemda Sikka

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sikka, Ferdinand Evensius Edomeko, mengaku telah meminta keterangan dari Avelinus Nong, beberapa Kepala Sekolah SD yang hadir, termasuk bupati dan pejabat daerah yang mendampingi bupati saat itu.

Ia menjelaskan, kejadian itu saat bupati memberikan tanggapan atas usul-saran para peserta rakor. Saat itu, bupati menemukan Avelinus sedang merokok. Konsentrasi bupati terganggu dan tidak lagi menanggapi usul-saran para Kepsek, melainkan menanggapi fakta tentang adanya guru merokok di saat pertemuan resmi dengan pimpinan daerah.

Atas temuan itu, bupati lalu meminta guru tersebut maju ke depan.

"Saya minta pak guru yang merokok itu maju ke depan berdiri di hadapan para guru kepala SD," perintah bupati.

"Misalnya bapak sedang mengajar di depan kelas dan menemukan ada murid bapak yang sedang merokok, apa yang kiranya bapak lakukan? Sebagai guru, bapak harusnya menjadi teladan bagi murid-murid. Guru itu untuk digugu dan ditiru. Tapi kalau perilaku bapak begini, apakah pantas dan layak diteladani?," nasehat bupati.

Setelah ditegur bupati sekitar dua menit, guru Avelinus tiba-tiba jatuh hingga bibirnya membentur ubin dan terluka.

Bupati Minta Maaf

Para peserta rakor spontan menolong. Avelinus didudukkan di kursi. Saat itu, ia langsung sadar dan menyatakan dirinya baik-baik saja.

"Beliau tidak sampe pingsan yang lama. Ia jatuh sendiri dan bibirnya pecah, itu bukan karena ditinju siapapun. Menurut sumber lain, Pak Avelinus kecapaian akibat malam sebelumnya ada kerja lembur untuk perpisahan dengan KepSek yang pensiun," jelasnya.

Saat Avelinus ditolong duduk di kursi dan dikerumuni oleh para kepala sekolah, bupati turun dari panggung dan mendekati Avelinus lalu meminta maaf.

"Pak Guru, saya minta maaf, kalau kata-kata saya tadi menyakitkan bapa. Dan saya juga memaafkan bapa karena perbuatan indisiplin tadi,” ujar bupati.

Usia meminta maaf, bupati lalu meminta agar Avelinus dibawa ke RSUD utk diobati.

"Di UGD RSUD dr. T.C. Hillers, Pak Avelinus dirawat dengan lima jahitan di bibir atas," tutupnya.

Liputan : Wulan

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update