Notification

×

Iklan

Translate

Iklan

Translate

Kasus Mahasiswi Manado Bunuh Diri Diduga Depresi Dilecehkan, Dosen Diperiksa

Sabtu, 03 Januari 2026 | 12:00:00 PM WIB Last Updated 2026-01-03T04:00:00Z

 

SULUT, MEDIAINDONESIA.asia - AEEM, mahasiswi Universitas Negeri Manado bunuh diri usai mengalami trauma akibat perbuatan dosennya yang melakukan pelecehan seksual. Kasus ini sudah dilaporkan keluarga korban dan Polda Sulut segera memeriksa terduga pelaku berinisial DM.

"Ada laporan dari keluarga korban. Jadi laporan dibuat pada tanggal 31 Desember 2025, pukul 13.16 Wita. Laporan tersebut adalah ada dugaan kekerasan seksual, Pasal 6 UU Tindak Pidana kekerasan Seksual, dan pasal tentang pembunuhan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sulut Kombes Pol Suryadi pada, Jumat (2/1/2026).

Suryadi memaparkan, sebelumya mahasiswi tersebut ditemukan gantung diri di kamar indekos, di Kota Tomohon. Kemudian dilakukan olah TKP oleh Polres Tomohon.

"Barang bukti gantung diri telah diamankan, kemudian dilakukan visum luar, kemudian dilakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Manado," papar dia.


Di saat itulah keluarga, bapak dan ibu korban membuat laporan di Polda Sulut. Laporan itu sementara ditindaklanjuti.

"Kami rencana memeriksa saksi-saksi, kami akan mengumpukan bukti-bukti tentang dugaan tindak pidana kekerasan seksual," ujar Kombes Pol Suryadi.

Korban Diduga Depresi Usai Alami Pelecehan

Terkait tewasnya AEMM, polisi menduga peristiwa gantung diri itu dilatarbelakangi kondisi korban yang mengalami depresi karena telah dilecehkan oleh oknum dosen. Mahasiswi tersebut sempat bercerita kepada temannya, kemudian juga menulis surat.

"Ditemukan surat itu oleh keluarganya setelah gantung diri. Ini kami dalami untuk surat ini. Pihak Rektorat kami klarifikasi, dan kami koordinasi dengan Satgas PPKPT di unima," ujar Kombes Pol Suryadi.

Pihak keluarga korban sekaligus kuasa hukum, Sem Wegen mengatakan, terkait oknum dosen berinisial DM yang diduga menjadi pelaku kekerasan seksual pada korban, pihaknya sudah melaporkan ke polisi berdasarkan temuan surat yang ditulis tangan oleh korban sebelum meninggal.

"Terkait dengan oknum dosen, kami belum ada dugaan untuk siapa yang melakukan kekerasan. Tapi oknum dosen itu kami laporkan atas dasar temuan surat yang kami dapat dan sekarang (surat itu) sudah berada di pihak Kepolisian," tuturnya didampingi ayah korban, Antonius Mangolo sesaat sebelum mengantar jenazah AEMM ke Pelabuhan Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut.

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.


Laporan : Rusli

Editor : Pramono

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update