BALI, MEDIAINDONESIA.asia - Tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah yang diduga korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (4/1/2026) pagi.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan jenazah ditemukan sekitar pukul 08.46 WITA dalam kondisi mengapung.
“Berdasarkan informasi dari tim di lapangan, korban ditemukan mengenakan celana berwarna oranye,” kata Fathur Rahman.
Jenazah tersebut pertama kali ditemukan oleh Kapal Polisi (KPC) XX-II 2027 milik Ditpolairud Polda NTT yang tengah melakukan operasi pencarian bersama unsur SAR lainnya.
Usai ditemukan, jenazah dievakuasi menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) Basarnas, RIB Ditpolairud Polda NTT, serta speed boat Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
“Jenazah dibawa ke KN SAR Puntadewa untuk kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo guna proses identifikasi lebih lanjut,” ujarnya.
Penemuan ini menambah daftar korban dalam insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah yang terjadi pada Jumat (26/12/2025). Sebelumnya, satu jenazah korban telah lebih dahulu ditemukan nelayan pada Senin (30/12/2025) di perairan Pulau Serai, masih di kawasan Selat Padar.
Hingga saat ini, empat penumpang lainnya masih dilaporkan hilang. Mereka merupakan warga negara asing asal Spanyol, yakni Fernando Martin, pelatih klub Valencia CF Femenino B, bersama tiga anaknya.
Kepala Bidang Humas Polda Nusa Tenggara Timur, Henry Novika Chandra, mengatakan identifikasi korban dilakukan sesuai prosedur Disaster Victim Identification (DVI) Interpol.
“Berdasarkan keterangan Kabiddokkes, identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data primer dan sekunder terhadap dua anak pelatih Valencia,” ujar Henry.
Penyidikan Dugaan Kelalaian
Sementara itu, Polda Nusa Tenggara Timur memastikan proses penyidikan atas insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah terus berlanjut. Menurut Henry, penyidikan kini memasuki tahap analisis dan evaluasi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan laut tersebut.
“Penyidikan difokuskan pada dugaan kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dunia,” kata Henry.
Ia menjelaskan, penyidik Satreskrim dan Satpolairud Polres Manggarai Barat telah memeriksa awak kapal serta pihak-pihak yang terlibat dalam operasional pelayaran dan layanan wisata.
Pemeriksaan meliputi pengendalian kapal, kondisi mesin, hingga penerapan prosedur keselamatan saat keadaan darurat. Selain keterangan saksi, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti serta dokumen kapal untuk dianalisis lebih lanjut.
“Penetapan tersangka akan dilakukan setelah alat bukti dinyatakan cukup,” ujarnya.
Henry menegaskan, penegakan hukum dilakukan untuk memberikan keadilan bagi para korban dan keluarga, sekaligus menjadi peringatan bagi pelaku usaha wisata bahari agar mengutamakan keselamatan pelayaran.
“Kami akan menyampaikan perkembangan penyidikan secara terbuka kepada publik,” pungkasnya.
Laporan : Budi
Editor : Riska
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

