MEDIAINDONESIA.asia, JAWA BARAT - Warga di kawasan Puncak, Kabupaten Cianjur, yang berdekatan dengan Gunung Gede Pangrango mendengar dentuman keras disertai kilatan cahaya. Terkait fenomena ini, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memastikan aktivitas Gunung Gede-Pangrango masih normal dan tidak terjadi aktivitas vulkanik.
Humas Balai Besar TNGGP Agus Deni mengatakan, dentuman dan cahaya misterius yang terjadi di kawasan Puncak Cianjur bukan disebabkan aktivitas vulkanik Gunung Gede Pangrango.
"Hasil pengamatan dan sumber data Badan Geologi, PVMKG dan ESDM, memastikan aktivitas Gunung Gede-Pangrango masih normal atau Level 1, sehingga tidak ada kaitan dengan suara dentuman dan kilatan cahaya pada Senin malam," kata Agus. Selasa (6/1/2026).
Berdasarkan laporan dari petugas jaga, dentuman dan kilatan cahaya diduga berasal dari kawasan Ciloto-Puncak, Kecamatan Cipanas, tepatnya dari balik perbukitan yang diperkirakan masuk wilayah Bogor.
Petugas menyebutkan sempat mendengar suara dentuman cukup kencang dan kilatan cahaya kemerahan, namun tidak berlangsung lama. Hanya dalam hitungan detik dan tidak ada susulan hingga pergantian hari.
"Betul terdengar suara gemuruh dan dentuman keras disusul dengan kilatan cahaya merah di langit dan bukan di kawasan taman nasional," lanjut dia.
Warga Heboh Dengar Dentuman
Warga di sejumlah kecamatan di utara Cianjur tepatnya di Kecamatan Pacet, Cipanas, dan Sukaresmi sempat mendengar suara dentuman pada Senin malam sekira pukul 22.15 WIB, sehingga berhamburan keluar rumah.
Tidak lama berselang warga melihat kilatan cahaya kemerahan di langit, sehingga mereka memilih bertahan di luar rumah cukup lama karena takut hal yang tidak diinginkan terjadi, hingga menjelang tengah malam sebagian besar warga kembali masuk ke dalam.
"Suaranya bergemuruh disertai dentuman cukup kencang, sehingga kami berlarian keluar rumah, dalam hitungan detik diikuti kilatan cahaya kemerahan di langit," kata warga Kecamatan Cipanas, Dede Sandi.
Sedangkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat dentuman keras dan kilatan cahaya kemerahan yang terjadi di wilayah utara Cianjur berkaitan dengan fenomena atmosfer dan geofisika meski belum menemukan pemicu pastinya.
Penyelidik Bumi Utama PVMBG, Supartoyo mengatakan dentuman dan cahaya kemerahan yang sempat dilihat dan dirasakan masyarakat di sejumlah kecamatan di wilayah utara Cianjur diduga dipicu fenomena energi elektromagnetik.
Laporan : Suryana
Editor : Riska
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

