JAWA BARAT, MEDIAINDONESIA.asia - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Cianjur melakukan penyelidikan mendalam terkait penemuan jenazah seorang pria berinisial A (31). Korban ditemukan tewas tergantung di kediamannya yang berlokasi di Jalan KH Saleh, Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.
Fokus utama kepolisian saat ini adalah memastikan penyebab pasti kematian korban guna mengungkap fakta di balik peristiwa tragis tersebut.
Kapolsek Karangtengah, Kompol Rachmat Hamdan, mengonfirmasi bahwa setelah menerima laporan dari warga pada Senin (5/1/2026), pihaknya segera menerjunkan personil ke lokasi dan langsung mengamankan area untuk melakukan identifikasi bersama Tim Inafis Polres Cianjur.
“Petugas di lapangan fokus mencari bukti-bukti fisik serta melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi tubuh korban,” ungkap Kompol Rachmat dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).
Berdasarkan hasil identifikasi sementara, Rachmat menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada jenazah.
“Petugas yang sampai di lokasi segera melakukan pemeriksaan awal, mengamankan lokasi, serta meminta keterangan saksi-saksi. Hasil sementara, tidak ditemukan tanda kekerasan fisik atau bekas penganiayaan pada tubuh korban,” jelasnya.
Selain pemeriksaan fisik, penyidik juga menggali keterangan dari pihak keluarga serta warga sekitar untuk mengungkap motif kejadian ini.
Lama Tak Terlihat Keluar Rumah
Dari informasi para saksi, muncul dugaan kuat bahwa tindakan tersebut dipicu oleh permasalahan rumah tangga.
Istri korban menjadi saksi pertama yang mengetahui kejadian tersebut saat baru saja tiba di rumah. Teriakannya seketika memancing kehadiran warga, yang kemudian bergegas meneruskan laporan ke Polsek Karangtengah.
“Dugaan sementara adalah bunuh diri karena kondisi tubuh yang pucat menunjukkan korban sudah meninggal beberapa jam sebelum ditemukan, dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Namun, kasus ini masih terus kami dalami lebih lanjut untuk mendapatkan kesimpulan yang akurat,” tegasnya.
Kondisi Psikologis
Menyikapi peristiwa ini, pihak kepolisian menghimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis orang-orang di lingkungan sekitar.
Hal ini merujuk pada keterangan warga yang menyebutkan bahwa korban jarang terlihat keluar rumah selama beberapa bulan terakhir akibat masalah keluarga yang dihadapinya.
“Kami dari kepolisian berharap adanya sinergi yang kuat antara warga dan petugas melalui pelaporan cepat,” sambung dia.
Hal ini dinilai sangat penting untuk membantu penanganan situasi darurat, baik yang berkaitan dengan gangguan kamtibmas maupun kejadian kemanusiaan lainnya.
Laporan : Suryana
Editor : Riska
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

