Notification

×

Iklan

Translate

Iklan

Translate

Pendopo Pate Alos Diresmikan, Situbondo Mulai Revitalisasi Kawasan Bersejarah

Senin, 26 Januari 2026 | 8:55:00 PM WIB Last Updated 2026-01-26T12:55:00Z

MEDIAINDONESIA.asia, JAWA TIMUR Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon bersama Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah meresmikan Pendopo Pate Alos Besuki, Minggu (25/1/2026).

Peresmian ini menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam merevitalisasi kawasan bersejarah Besuki sebagai kawasan Kota Tua berbasis cagar budaya.

Peresmian berlangsung dalam suasana khidmat di tengah duka masyarakat Besuki Raya yang terdampak bencana banjir di enam kecamatan, yakni Besuki, Banyuglugur, Jatibanteng, Mlandingan, Kendit, dan Bungatan. Sejumlah wilayah dilaporkan masih terisolasi, sehingga rangkaian kegiatan diarahkan untuk doa bersama, refleksi, dan penguatan harapan agar bencana serupa tidak terulang.

Rangkaian acara diawali dengan doa bersama untuk keselamatan masyarakat Besuki Raya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sarasehan kebudayaan yang melibatkan pelajar, mahasiswa, dan pegiat budaya. Sarasehan tersebut membahas sejarah Besuki, peran tokoh-tokoh lokal, serta pentingnya pelestarian cagar budaya sebagai identitas dan kebanggaan daerah.



Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menilai pendekatan kebudayaan menjadi penting di tengah situasi bencana karena penguatan nilai sejarah dan spiritual merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan sosial masyarakat.

Tinjau Gedung Eks Karesidenan Besuki

Pada sore hari, Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Bupati Situbondo meninjau Gedung Eks Karesidenan Besuki, bangunan peninggalan kolonial yang dibangun pada 1805 dan memiliki nilai sejarah penting di kawasan Tapal Kuda.

Fadli Zon menilai bangunan tersebut sangat layak dikembangkan menjadi museum dan pusat kebudayaan karena tingkat keasliannya masih terjaga.

“Kalau kita lihat secara fisik, bangunan ini sangat layak menjadi suatu museum,” ujar Fadli usai peninjauan.

class="p2">Ia menuturkan, usia bangunan yang telah melampaui 220 tahun justru menjadi kekuatan jika dikelola dengan baik. Menurutnya, museum tersebut dapat menghadirkan narasi sejarah Karesidenan Besuki yang pernah menaungi lima kabupaten.

“Museum ini bisa menjelaskan tentang sejarah Karesidenan Besuki dulu, bagaimana masa-masa itu, dan keberlanjutannya sampai sekarang,” katanya.

Fadli juga melihat potensi bangunan itu sebagai pusat budaya yang hidup, tidak hanya sebagai ruang pamer, tetapi juga pusat edukasi dan aktivitas seni masyarakat.

Laporan : Int

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini


TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update