Notification

×

PSE

Iklan 1

Berita hari ini, Informasi Untuk Masa Depan

PDAM

Iklan

Translate

PSE

Iklan tiga gambar

Ucapan Kaltara

Iklan1

.........

Translate

Peneror Zainal Arifin Mochtar Mengaku Polisi, Polresta Yogyakarta Buka Suara

Sabtu, 03 Januari 2026 | 1:40:00 PM WIB Last Updated 2026-01-03T05:40:00Z

 

JAWA TENGAH, MEDIAINDONESIA.asia - Guru besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar, mendapatkan teror berupa telepon dari nomor tak dikenal. Penelepon mengaku dari Polresta Yogyakarta.

Lewat akun Instagram miliknya @zainalarifinmochtar, pria karib disapa Uceng ini juga mengunggah nomor telepon peneror +6283817941429.

"Baru aja masuk telepon ini. Ngaku dari Polresta Jogjakarta, meminta segera menghadap dan membawa KTP, jika tidak akan segera melakukan penangkapan. Suaranya diberat-beratkan supaya kelihatan punya otoritas."

Uceng mengaku sudah dua kali mendapatkan telepon serupa dalam beberapa hari belakangan. Dia tak merespons lebih jauh karena yakin hanya pelaku penipuan.

Tanggapan Polresta Yogyakarta

Polresta Yogyakarta merespons usai namanya dicatut peneror Zainul Arifin Mochtar. Dipastikan nomor yang diunggah Zainul Arifin Mochtar sebagai pelaku teror bukan milik instansi mereka.

"Kami bisa memastikan bahwa nomor yang tertulis diunggahan tersebut bukan milik anggota Polresta Yogyakarta," ujar Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Gandung Harjunadi, saat dihubungi Sabtu (3/1/2025).

Polresta Jogja ikut bersimpati atas hal tak enak yang dialami Uceng. Gandung memastikan seluruh kinerja dari kepolisian sepenuhnya didasarkan pada hukum, aturan yang berlaku, dan profesionalitas.

Polresta Jogja juga mengimbau kepada masyaraka agar berhati-hati dan tidak mudah percaya saat menerima telepon dari seseorang yang tak dikenal dan mengaku dari institusi negara. Alangkah baik dilakukan pengecekan terlebih dulu.

"Tidak mudah percaya atau cek dulu kebenarannya," katanya.

Pertanyakan Proses Hukum Pelaku Scam

Sebelumnya, Uceng menyayangkan pelaku-pelaku penipuan seperti ini di Indonesia banyak dibiarkan bebas bergerak dan seperti tidak tersentuh aparat hukum.

"Data kita diperjual belikan dan berbagai tindakan scam lainnya. Wajarlah beberapa kali nomor kita dihubungi orang tak dikenal," ujarnya.

Merujuk pada penelepon terakhir yang mengaku sebagai polisi dari Polresta Yogyakarta, Uceng berpesan jangan lagi mengatas nama polisi untuk mengancam dan menakut-nakuti orang tertentu.

"Itu enggak akan ngefek," tutupnya.

Laporan : Wati

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " PT. MEDIA PERS INDONESIA " "