Notification

×

Iklan

Translate

Iklan

Translate

Sungai Bawah Tanah Pantai Baron Meluap, 5 Kapal Nelayan Tenggelam, 1 Hanyut ke Laut

Sabtu, 10 Januari 2026 | 7:10:00 PM WIB Last Updated 2026-01-10T11:10:00Z

MEDIAINDONESIA.asia, JAWA TENGAHHujan deras yang mengguyur wilayah Gunungkidul sejak Jumat (9/1) siang kembali memicu banjir di kawasan Pantai Baron. Luapan sungai bawah tanah yang bermuara langsung ke pantai ini menyebabkan sejumlah kapal nelayan tenggelam, bahkan satu kapal dilaporkan hanyut terbawa arus hingga ke tengah laut.

Banjir mulai terasa sejak Sabtu dini hari. Debit air dari sungai bawah tanah meningkat tajam seiring hujan yang tak kunjung reda. Air tidak hanya mengalir deras dari muara sungai, tetapi juga muncul dari celah-celah bebatuan karst dan menyembur dari dalam tanah menuju permukaan pantai. Fenomena khas kawasan karst Gunungkidul ini membuat area dermaga Pantai Baron terendam dalam waktu singkat.

Luapan air yang datang tiba-tiba menghantam kapal-kapal nelayan yang selama beberapa hari terakhir diparkir di dermaga. Besarnya arus membuat tali penahan salah satu kapal putus. Kapal tersebut kemudian hanyut sejauh sekitar satu mil ke arah tengah laut dan hingga kini masih dalam pemantauan tim SAR.



Warga sekaligus nelayan Pantai Baron, Eko Suprihatin mengatakan, sejak dini hari debit air masih terpantau tinggi. Arus deras dari sungai bawah tanah dan aliran air dari atas tebing pantai membuat kapal-kapal nelayan tak sempat diselamatkan.

“Airnya besar sekali, datangnya cepat. Tali kapal ada yang putus, satu kapal langsung hanyut ke tengah laut,” ujar Eko.

Selain satu kapal yang terbawa arus, sedikitnya lima kapal nelayan dilaporkan tenggelam. Belasan kapal lainnya terendam air luapan sungai bawah tanah. Para nelayan terpaksa menguras air dari lambung kapal untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

Tak hanya badan kapal yang terdampak. Beberapa mesin kapal nelayan juga ikut tenggelam dan terendam air banjir. Akibatnya, mesin mengalami gangguan dan tidak dapat digunakan. Para nelayan kini harus mendatangkan mekanik untuk memperbaiki mesin-mesin tersebut, menambah beban kerugian di tengah kondisi cuaca yang belum bersahabat.

Nelayan Tak Melaut karena Cuaca Buruk

Eko menambahkan, selama tiga hari terakhir para nelayan memilih tidak melaut karena cuaca buruk. Hujan deras disertai angin dan gelombang tinggi membuat aktivitas melaut dinilai terlalu berisiko.

“Meski ini sumber penghasilan utama kami, keselamatan tetap jadi prioritas. Kami memilih menunda melaut,” katanya.

Selepas subuh, para nelayan bersama warga sekitar bergerak cepat mengevakuasi kapal-kapal yang tenggelam ke lokasi yang lebih aman. Namun proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian karena hujan masih terus mengguyur kawasan Pantai Baron hingga pagi hari.

Banjir juga merendam sejumlah rumah warga di kawasan pinggiran pantai. Air sungai bawah tanah yang naik drastis menembus tanggul dan menggenangi permukiman. Aparat SAR dan Linmas langsung melakukan evakuasi warga terdampak serta mendirikan posko darurat.

Tim SAR terus memantau kondisi di lapangan, terutama untuk memastikan keselamatan nelayan dan kapal yang masih berada di laut. Kekhawatiran terbesar tertuju pada kapal yang hanyut ke tengah laut, mengingat arus dan cuaca masih belum stabil.

Fenomena Luapan Air

Sementara itu, Bidang Linmas Satpol PP DIY, Suhardi, menjelaskan bahwa fenomena luapan air dari bebatuan di Pantai Baron merupakan hal yang tergolong biasa di wilayah Gunungkidul. Daerah ini dikenal memiliki jaringan sungai bawah tanah yang luas dan sebagian besar bermuara di Pantai Baron serta beberapa pantai lainnya.

“Gunungkidul memiliki banyak sungai bawah tanah. Saat hujan deras, air bisa keluar dari bebatuan dan tanah menuju permukaan, terutama di kawasan pantai,” jelas Suhardi.

Satpol PP DIY telah menerjunkan personel SAR Satlinmas untuk membantu warga dan nelayan, khususnya di kawasan pantai yang dilalui aliran sungai bawah tanah.

"Aparat gabungan tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan."Pungkasnya.

Laporan : Wati

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update