Notification

×

Iklan

Translate

Iklan

Translate

Viral Video Satpam SMP di Luwu Utara Berdarah Dianiaya Siswa, Polisi Luruskan Bukan Guru

Kamis, 29 Januari 2026 | 10:30:00 AM WIB Last Updated 2026-01-29T02:30:00Z

MEDIAINDONESIA.asia, SULSEL - Sebuah video singkat yang memperlihatkan seorang pria berlumuran darah di bagian wajah, viral di media sosial. Video tersebut disebut-sebut menampilkan seorang guru SMP di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yang diduga dianiaya oleh muridnya sendiri.

Dalam video yang beredar, pria bernama Arpan Lisman tampak mengalami luka di bagian pelipis mata. Darah terlihat mengalir dan membasahi wajahnya. Narasi yang menyertai video menyebutkan Arpan merupakan guru di SMP Negeri 1 Baebunta Selatan, dan menjadi korban penganiayaan oleh seorang siswa berinisial MY.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu bermula ketika Arpan mendapati MY berada di luar lingkungan sekolah pada jam pelajaran. Korban kemudian menegur MY dan memintanya kembali masuk ke sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.



Namun, saat berada di depan kelas, korban disebut sempat menendang bagian belakang tubuh MY. Tindakan tersebut diduga memicu emosi siswa yang bersangkutan. Tak lama berselang, MY mendatangi Arpan yang saat itu sedang duduk di depan sekolah.

Cekcok mulut pun tak terhindarkan. Situasi kemudian memanas hingga MY diduga langsung melakukan penyerangan terhadap Arpan. Akibat kejadian tersebut, Arpan mengalami luka di bagian pelipis mata dan darah berceceran di wajahnya.

Merasa tidak terima atas kejadian itu, Arpan kemudian melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke kepolisian.

Penjelasan Polisi

Kapolres Luwu Utara AKBP Nugraha Pamungkas membenarkan adanya laporan terkait peristiwa tersebut. Ia mengatakan korban telah secara resmi melapor ke polisi.

"Iya, ada laporan penganiayaan itu," kata Nugraha saat dikonfirmasi, Selasa (27/1).

Namun demikian, Nugraha meluruskan informasi yang beredar di media sosial. Ia menegaskan bahwa korban bukan seorang guru, melainkan petugas keamanan (satpam) di SMP Negeri 1 Baebunta Selatan.

"Korban bukan guru, tapi satpam di SMP Negeri Baebunta Selatan. Sementara terlapor merupakan siswa SMP dan masih di bawah umur," jelasnya.

Menurut Nugraha, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Senin (26/1). Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penanganan oleh penyidik Polres Luwu Utara, dengan memperhatikan prosedur hukum yang berlaku karena melibatkan anak di bawah umur.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar di media sosial dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus kepada aparat penegak hukum," pungkasnya.

Laporan : Dirta

Edtor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini


TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update