Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Menuju Bulan Suci Ramadhan 1447 H

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Menuju Bulan Suci Ramadhan 1447 H

Translate

KKB Rampas 2 Senpi Organik Kodim Mimika di Mile 50, Satu Prajurit Gugur

Sabtu, 14 Februari 2026 | 7:00:00 PM WIB Last Updated 2026-02-14T11:00:00Z

MEDIAINDONESIA.asia, PAPUA - Dua pucuk senjata api organik milik Kodim 1710/ Mimika dibawa kabur kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menembaki prajurit saat berada di Mille 50, Distrik Tembagapura

Hal ini diungkapkan oleh Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Tri Purwanto.

"Dua pucuk senjata api organik TNI-AD yang dibawa kedua prajurit, diambil KKB," kata Tri Purwanto, Kamis (12/2/2026). 

Dia menyebutkan salah satu senpi itu adalah senjata aras panjang beserta amunisi.

"Saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengevaluasi kejadian tersebut. Kodam XVII/Cenderawasih tetap berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat dan objek vital nasional," lanjutnya.

Selain senjata api dirampas, insiden penembakan itu juga menyebabkan satu prajurit gugur.

Jenazah Sertu Arifin Cepa, anggota Koramil 1710-04/Tembagapura sudah dimakamkan di Timika, ibu kota Kabupaten Mimika.



Rekannya, Serka Hendrikus dan Herman Rustaman, karyawan kontraktor KPI, PT Freeport Indonesia masih dirawat di rumah sakit.

"Ketiganya menjadi korban penembakan yang dilakukan KKB yang mengklaim sebagai bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM)," pungkasnya.

Versi OPM

Sebelumnya, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dari Timika dan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya mengklaim bertanggung jawab atas serangan dan penembakan di Mile 50 areal PT Freeport Indonesia.

Dalam kejadian itu, TPNPB mengaku berhasil merampas dua senjata api SS2, dua unit magazin dan 50 butir amunisi.

“Kini, senjata dan amunisi menjadi aset TPNPB,” kata Juru bicara TPNPB OPM Sebby Sambom, Kamis (12/2/2026).

Dalam keterangan tertulisnya, TPNPB juga mendesak kepada Presiden Prabowo Subianto dan Amerika Serikat untuk segera menutup PT Freeport Indonesia di atas tanah leluhur Papua.

Jika tidak, TPNPB akan tetap melakukan penyerangan dan penembakan di areal PT Freeport Indonesia hingga Amerika, Indonesia dan Belanda dapat menyelesaikan akar persoalan konflik di atas tanah Papua selama 63 tahun lebih.

Dalam pesan tersebut TPNPB juga meminta Presiden Donald Trump untuk meninjau kembali sejarah Papua dan konflik yang berkepanjangan yang sedang terjadi di atas tanah Papua, antara TPNPB dengan aparat militer Indonesia yang mengakibatkan terjadinya banyak korban jiwa antara warga sipil dan kedua belah pihak.

“Penyerangan terhadap aparat militer Indonesia di wilayah PT Freeport Indonesia akan terus terjadi jika pemerintah Indonesia, Amerika dan Belanda tidak dapat menyelesaikan akar persoalan konflik dan pertempuran akan terus meningkat di seluruh wilayah Papua jika Indonesia tidak membuka diri dalam penyelesaian masalah politik,” ucap Sebby.

Peristiwa Penembakan

Sehari sebelumnya, rombongan kendaraan Freeport mendapat penyerangan di Mile 50. Dalam kejadian ini, Arifin Cepa terkena tembakan dan meninggal dunia di tempat. Sedangkan Sertu Hendrikus dan satu orang karyawan KPI PT Freeport Indonesia mendapat tembakan.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto menjelaskan Serka AC dan Sertu H merupakan personel Koramil 1710-04/Tembagapura, Kodim 1710/Mimika yang sedang melaksanakan tugas di lokasi tersebut.

“Sertu H dan HR menjalani perawatan. Seluruh korban sudah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis secara optimal,” ujar Tri Purwanto.

Laporan : Wulan

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update